KOMPAS
Rabu, 10 Februari 2010 Selamat Datang  |     |  
Keluarga Noordin: Dia Seorang Gentleman
Rabu, 12 Agustus 2009 | 08:24 WIB
Indonesia National Police
Fingerprint analysis and other information confirmed that the man killed was not the 40-year-old Malaysian Noordin Top.
TERKAIT:

KUALA LUMPUR, KOMPAS.com — Keluarga Noordin M Top di Malaysia tidak yakin bahwa teroris yang ditembak mati di Temanggung 7 Juli 2009 adalah Noordin, tetapi mereka masih menunggu kepastian dari Polri.

“Sekilas dari penyerbuan polisi ke sebuah rumah di Temanggung dan dari foto-foto yang beredar di internet, keluarga Noordin mengatakan itu bukanlah Noordin Mohamad Top,” kata juru bicara keluarga Badarudin Ismail di Kuala Lumpur, Selasa (11/8).

"Noordin itu orang yang bertanggung jawab. Dia seorang gentleman. Jika sudah dikepung polisi, dia (Noordin) pasti akan keluar tanpa melawan," kata Ismail.

“Itu karakter dia. Sejak awal, ketika saya ceritakan penyerbuan dan penembakan di sebuah rumah di Temanggung yang menjadi persembunyian Noordin, pihak keluarga langsung mengatakan, itu bukan Noordin. Dia orangnya kompromis. Dia akan keluar jika sudah terkepung,” kata Badarudin.

Selain itu, pihak keluarga juga sudah diperlihatkan mengenai foto-foto jenazah Noordin yang beredar di internet. Mereka juga langsung menjawab bukan karena Noordin gemuk, sementara di foto kurus dan hitam. Hal itu dikatakan Badarudin, yang selalu membantu keluarga yang ditangkap Pemerintah Malaysia dengan ISA.

“Tetapi pihak keluarga masih menunggu kepastian dari Polri, apakah benar yang meninggal itu Noordin Mohamad Top. Jika benar maka istrinya Rahmad, dua anaknya dan abang Noordin, Yahya, akan pergi ke Jakarta untuk memberikan penghormatan terakhir.

Badarudin mengaku, Noordin M Top dan Azhari merupakan mujahidin yang pergi ke Afganistan berjuang melawan penjajahan Uni Soviet. Mereka bersama-sama Amerika melawan penjajahan Uni Soviet.

Setelah itu, ia pulang dan mengajar di Institut Lukamnul Hakim, Johor, bersama Azahari dan bertemu dengan Amrozi dan Ali Gufron yang sedang studi di sana. Ketika konflik sosial antara umat Islam dan Kristen di Ambon, Noordin M Top dan Azahari masuk ke Indonesia hingga kini.

Penulis: ONO   |     |   Sumber : ANT Loading...
Sent from Indosat BlackBerry powered by
    Font: A A A
  Kirim Komentar Anda
  • Loading data..
 
Kirim Komentar Anda
Silakan login untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.