KOMPAS
Rabu, 10 Februari 2010 Selamat Datang  |     |  
Baik Buruk SBY Berantas Terorisme Tergantung Noordin
Laporan wartawan KOMPAS.com Inggried Dwi Wedhaswary
Selasa, 11 Agustus 2009 | 18:12 WIB
Indonesia National Police
Fingerprint analysis and other information confirmed that the man killed was not the 40-year-old Malaysian Noordin Top.
TERKAIT:

JAKARTA, KOMPAS.com — Peristiwa penggerebekan "kembar" di dua lokasi sarang teroris akhir pekan lalu mendapatkan apresiasi. Apalagi, gembong teroris nomor wahid, Noordin M Top, diduga tewas dalam penggerebekan 18 jam di sebuah rumah di Dusun Beji, Temanggung, Jawa Tengah.

Benar tidaknya dugaan ini harus menunggu hasil tes DNA. Menurut pengamat politik Universitas Negeri Jakarta, Cecep Effendi, baik buruknya citra yang dituai pemerintahan SBY dari dua aksi heroik itu tergantung apakah yang tewas itu Noordin atau bukan.

"Sampai sekarang masih ada perdebatan, apakah ini keberhasilan atau tidak. Kita harus menunggu hasil tes DNA ter-confirm. Kalau betul tes DNA membuktikan itu Noordin, akan membangun citra yang semakin kuat bagi SBY," kata Cecep, ditemui seusai mengisi diskusi di Gedung DPD, Jakarta, Selasa (11/8).

Jika benar Noordin tewas, menurutnya, akan menjadi prestasi bagi pemerintahan SBY di penghujung masa jabatannya. Sebaliknya, jika yang tewas ternyata bukan Noordin, Cecep mengatakan, akan muncul sinisme.

"Dan orang akan mengatakan peristiwa Temanggung hanya engineering atau rekayasa, gagal. Oleh karena itu, sangat menentukan yang tewas itu Noordin atau bukan," ujarnya.

"Jika benar itu Noordin, kita patut senang. Walaupun saya menyesalkan kenapa harus menunggu adanya bom baru," lanjut Cecep.

Loading...
Sent from Indosat BlackBerry powered by
    Font: A A A
  Kirim Komentar Anda
  • Loading data..
 
Kirim Komentar Anda
Silakan login untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.