Jumat, 10 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Jumat, 10 Februari 2012 | 18:28 WIB
Kurir "Noordin" Mantan Preman dan Pecandu Narkoba
Regina Rukmorini | Senin, 10 Agustus 2009 | 07:07 WIB
|
Share:

KOMPAS/BAHANA PATRIA GUPTA
Petugas Densus 88 mengeluarkan barang bukti dari lokasi penyergapan rumah warga milik Mozahri di Dusun Beji, Desa Kedu, Kecamatan Kedu, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, Sabtu (8/8). Penggerebekan oleh Densus 88 yang diselingi baku tembak membuat satu orang penghuni diduga teroris Noordin M Top tewas.

TERKAIT:

TEMANGGUNG, KOMPAS.com — Fredy Gustav (21), adik Aris Susanto dan Indra Arif Hermawan, dua orang yang diduga sebagai antek-antek "Noordin M Top", menuturkan bahwa kedua kakaknya selama ini lebih banyak sibuk di bengkel sepeda.

Meski sesekali pergi mengikuti kegiatan pengajian, hal itu dilakukan di wilayah Temanggung saja. Keduanya ditangkap tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror beberapa saat sebelum penggerebekan di rumah Muhdjahri.

Menurut Fredy, ketaatan Aris dan Indra dalam beragama sebenarnya baru dalam tiga tahun terakhir. Sebelumnya, kakak beradik itu dikenal sebagai preman di kampungnya. Bahkan, pada tahun 2000, Aris sempat berurusan dengan polisi gara-gara narkoba.

Semasa SMA, Aris pernah tiga kali dikeluarkan oleh sekolahnya karena sering membuat onar. Sebelum lulus SMA, dia harus pindah sekolah sebanyak empat kali. Bahkan, Indra tak sempat lulus SMA. Alasannya sama, yaitu kenakalan. "Setelah menikah untuk yang kedua, Aris insyaf, dan Indra pun juga," ungkap Freddy.