KOMPAS
Rabu, 10 Februari 2010 Selamat Datang  |     |  
Bukti Eksistensi, 18 Pelukis Sepuh Lampung Pameran Bersama
Laporan wartawan KOMPAS Helena Fransisca
Rabu, 5 Agustus 2009 | 16:51 WIB
KOMPAS/ANDY RIZA HIDAYAT

BANDAR LAMPUNG, KOMPAS.com - Sebanyak 38 lukisan karya 18 pelukis Lampung berusia 50 tahun ke atas akan ditampilkan pada pameran lukisan bertajuk Spririt in The Day. Pameran tersebut sekaligus menandai eksistensi dan konsistensi pelukis di jagad seni rupa.

Kepala Taman Budaya Lampung Helmy Azharie, Rabu (5/8) mengatakan, pameran tersebut diselenggarakan di ruang pamer Taman Budaya Lampung, Kamis (6/8) hingga Rabu (12/8) sebagai hasil kerja bersama Dewan Kesenian Lampung (DKL) dan Mediart. Penyelenggaraan pameran tersebut merupakan kehormatan bagi Taman Budaya Provinsi Lampung dapat berperan serta menghadirkan pameran lukisan yang pesertanya adalah pelukis berusia 50 tahun ke atas, ujar Helmy.

Pameran lukisan tersebut akan menghadirkan 18 pelukis berusia 50 tahun ke atas. Mereka adalah Ari Susiwa Manangisi, Andrian Sangadji, Atuk, Bambang, Abidin, Bambang SBY, Thamrin Effendi, Djunaidie KA, Bachtiar Basri, Salvator Yen Djoenaidi, Kuatno, Wiradi, Sutanto, Surahman, Pulung Swandaru, Helmy Azharie, Subardjo, dan Wisnu Brata.

Helmi mengatakan, pameran lukisan tersebut akan memompa kreativitas para pelukis muda Lampung lainnya untuk terus menekuni dunia seni rupa. Sedangkan bagi peserta pameran, pameran tersebut sekaligus menjadi bukti eksistensi dan konsistensi mereka dalam menggeluti jagad seni rupa.

Selain itu, Helmy berharap pameran lukisan tersebut bisa menjadi ajang silaturahmi dan media transaksi estetika, wacana seni rupa, sekaligus ekonomi.

Secara terpisah, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Lampung Erwin Nizar mengatakan, kegiatan pameran tersebut merupakan aset bagi pengembangan kebudayaan dan pariwisata di Lampung. Agenda pameran ini dapat dijadikan sebagai salah satu pilihan berkaitan dengan agenda Visit Lampung Year dan rangkaian Festival Krakatau, ujar Erwin Nizar.

Erwin Nizar mengatakan, seni budaya dalam hal ini seni rupa dan pariwisata mempunyai kaitan simbiose mutualisme. Pariwisata tanpa dukungan dunia seni budaya akan berjalan timpang dan sebaliknya. Untuk itu keduanya harus berjalan bersama.

Kurator pameran Joko Irianta mengatakan, karya yang dipamerkan merupakan karya dua dimensi atau karya lukis. Sedangkan untuk media, bahan , dan teknik lukisan yang digunakan bebas.

Kegiatan tersebut akan menjadi ajang silaturahmi bagi para pelukis sepuh, sekaligu juga memberi kesempatan kepada para perupa sepuh yang terus konsisten menggeluti jagad seni rupa. Akan tetapi, kegiatan tersebut tetap tak menaif kan kualitas karya dengan adanya seleksi dalam bingkai kuratorial yang kompetitif, ujar Joko.

Loading...
Sent from Indosat BlackBerry powered by
    Font: A A A
  Kirim Komentar Anda
  • Loading data..
 
Kirim Komentar Anda
Silakan login untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.