JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Dewan Pimpinan Daerah I Partai Golkar (DPD I) Gorontalo Fadel Muhammad mengatakan Ketua Umum Partai Golkar yang baru kemungkinan besar akan terpilih menjelang Presiden SBY mengumumkan kabinet masa pemerintahan 2009-2014.
Usai bertemu dengan Ketum Partai Golkar Jusuf Kalla, di Jakarta, Selasa (4/8), Fadel mengatakan, pada Munas di Bali lima tahun lalu diputuskan bahwa Munas harus dilakukan selambat-lambatnya pada Desember 2009.
Dengan kondisi itu, kata Fadel, bisa saja penggantian ketua umum dilakukan sebelum Oktober atau sebelum terbentuknya susunan kabinet baru pemerintahan pada pemerintahan yang akan datang.
"Peluangnya 70 persen," kata Fadel ketika ditanya seberapa besar peluang terpilihnya Ketua Umum Partai Golkar sebelum penyusunan kabinet.
Pertemuan dengan Jusuf Kalla, kata Fadel, juga untuk meminta kepastian sikap JK untuk tidak maju dalam bursa calon ketua umum. "Beliau nanti kalau sudah tidak bertugas lagi ingin konsentrasi terus untuk membangun Indonesia dengan memanfaatkan jaringan yang ada," kata Fadel.
Terkait soal bursa ketua umum, tambah Fadel, JK memastikan tidak akan maju lagi. Dengan demikian, kata Fadel, peluang terbesar untuk menggantikan mantan saudagar dari Makassar itu adalah Aburizal Bakrie.
"Saya melaporkan kepada Pak JK bahwa baru-baru ini kami enam Ketua DPD I se-Sulawesi, Maluku, dan Maluku Utara berkumpul di Makassar. Dalam pertemuan tersebut hampir semua DPD II yang hadir mendukung Pak Aburizal Bakrie," katanya.
Namun demikian tambah Fadel, dalam pertemuan tersebut JK mengingatkan agar jangan sampai terjadi persaingan yang tak sehat di antara sesama kompetitior ketua umum, karena hal itu bisa merusak Partai Golkar.
Sebelumnya JK memberikan dukungan dan restunya kepada Yuddy Chrisnandi saat dilakukan Rapat Konsultasi Nasional Partai Golkar.
Pada bagian lain, Fadel juga tidak membantah bahwa majunya Ical sebagai calon akan memberi ruang bagi munculnya kader Golkar di kabinet pemerintahan mendatang, karena Ical sudah memastikan tidak akan ikut dalam kabinet.
Menurut Fadel, Ical akan konsentrasi memimpin partai berlambang pohon beringin tersebut.

