JAKARTA, KOMPAS.com - Partai-partai politik disarankan untuk lebih menghargai posisi politik yang dipilihnya. Termasuk, jika pilihan itu menjadi oposisi dan berada di luar lingkaran kekuasaan.
Koordinator Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi), Tommy Legowo mengatakan, posisi parpol sebagai oposisi juga memegang peranan penting dalam penyelenggaraan kekuasaan.
"Partai-partai mestinya menghargai dirinya bahwa menjadi oposisi juga penting untuk menyelenggarakan kekuasaan," kata Tommy, Selasa (4/8), di Jakarta.
Selama ini, menurutnya, ada pandangan bahwa menjadi oposisi tidak bisa mengambil keuntungan secara material. "Kalau ada pikiran seperti itu di parpol, artinya mereka punya intensi untuk manipulasi kekuasaan seperti korupsi atau pemanfaatan jabatan," ujarnya.
Dalam lima tahun terakhir, posisi oposisi yang dipilih PDI Perjuangan, menurut Tommy, sudah memberikan harapan. Ia mengharapkan, partai manapun yang memilih sikap politik tersebut harus konsisten menjalankan fungsinya. Sebab, partai oposisi dinilai bisa memberikan alternatif terhadap kebijakan pemerintah.
"Alternatif kebijakan menjadi penting karena masyarakat akan memperoleh informasi pembanding sehingga bisa membuat keputusan atas pilihan politiknya," kata Tommy.

