JAKARTA, KOMPAS.com — Gelagat Ketua Dewan Pertimbangan Pusat (Deperppu) PDI-P Taufik Kiemas dalam Rapat Paripurna Luar Biasa di Gedung MPR/DPR RI, Senin (3/8), menarik perhatian. Sikapnya yang hangat terhadap Presiden SBY dan pujiannya terhadap RAPBN 2010 membuat pertanyaan besar soal sikap partai yang terkenal oposisi ini dalam pemerintahan ke depan.
Ketika Presiden SBY tiba di Ruang Rapat Paripurna I tadi pagi, Taufik yang akrab disapa TK berinisiatif menghampiri SBY dan menjabat tangan calon presiden terpilih tersebut. Ketika ditanyakan, ia mengelak dengan mengatakan 'hanya teman'. "Yang pasti kan kami sahabat. Jadi kan boleh saya yang mendatangi," tutur TK sambil tertawa.
Sikap TK sangat berbeda dengan sikap istrinya, Megawati Soekarnoputri, yang juga Ketua Umum PDI-P. Selama ini Mega cenderung dingin dalam setiap perjumpaan dengan SBY.
Seusai paripurna, ia juga memuji RAPBN 2010 yang disampaikan oleh SBY dengan mengatakan bahwa banyak kemajuan yang dilakukan pemerintah dalam menyusun rencana anggaran ini. TK memakai istilah 'lebih pro rakyat'. Bahkan, tak segan-segan TK mengatakan Presiden SBY memang optimistis dan sudah seharusnya demikian.
"Memang harus optimis. Kalau presiden enggak optimis, apalagi kita," lanjut suami Ketum PDI-P Megawati Soekarnoputri ini.
Sikap ini tentu mengundang tanda tanya akan sikap PDI-P yang kemungkinan besar tetap pada posisi oposisi nantinya. Masihkah ada kemungkinan masuk ke dalam kabinet, Pak? "Masih terbuka, memangnya enggak boleh?" tanyanya retoris.
Ketika ditanyakan jumlah posisi yang sudah ditawarkan oleh Presiden SBY, TK kembali mengelak dengan mengatakan pantang untuk 'menodong' presiden. Namun, TK sudah memastikan PDI-P tetap terbuka terhadap kemungkinan terlibat dalam kabinet. "Kalau untuk kemajuan negeri ini, masa menolak," tandas TK lagi-lagi sambil tersenyum.