Senin, 28 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Senin, 28 Mei 2012 | 05:19 WIB
Presiden Pidato, Mahasiswa Demo
Caroline Damanik | Senin, 3 Agustus 2009 | 11:13 WIB
|
Share:
LIN
Sementara Presiden SBY membacakan pidato kenegaraan terkait pertanggungjawaban APBN 2009 dan RAPBN 2010, sekitar seratus mahasiswa dari Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung MPR/DPR RI, Senin (3/8).
Foto:

TERKAIT:

JAKARTA, KOMPAS.com - Sementara Presiden SBY membacakan pidato kenegaraan RAPBN 2010 dam Nota Keuangan, sekitar seratus mahasiswa dari Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung MPR/DPR RI, Senin (3/8).

Meski panas menyengat, para mahasiswa tetap bersemangat menyerukan aspirasi mereka. Mereka menuntut pemerintah dan DPR memperhatikan sejumlah asepk dalam penyusunan RAPBN 2010 mendatang, yaitu transparansi anggaran, akuntabilitas penggunaan anggaran, alokasi anggaran untuk rakyat miskin, serta restrukturisasi utang luar negeri. "APBN uang rakyat, seharusnya digunakan untuk kebutuhan rakyat!" seru pemimpin aksi.

Menurut para mahasiswa, selama ini proses pembahasan APBN sulit diakses oleh publik padahal sekitar 70 persen pendapatan negara ditopang oleh pajak yang berasal dari rakyat. Selama ini pula, menurut data dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), terjadi kebocoran APBN hingga 30-40 persen.

Sementara itu, anggaran yang dialokasikan untuk rakyat miskin tak ada perkembangan. Kalaupun ada, minim. Dalam aksi ini, para mahasiswa mengenakan jaket kuning dan bendera masing-masing fakultas. Para mahasiswa di border depan juga menggunakan poster berisi empat tuntutan mereka yang dikalungkan di leher. Sejumlah mahasiswa juga sempat memanjat pagar depan MPR/DPR RI untuk memasang sebuah poster yang bertuliskan 'Segera alokasikan APBN: Pro rakyat tertindas'.