JAKARTA, KOMPAS.com — Tim Kampanye Nasional pasangan capres-cawapres Susilo Bambang Yudhoyono-Boediono membantah memiliki hubungan khusus dengan Komisi Pemilihan Umum.
Sebelumnya, beredar rumor bahwa timkamnas kerap kongkalikong dengan KPU. Bahkan, baru-baru ini KPU dikabarkan sempat melontarkan pernyataan bahwa komisi pemilu tersebut akan mem-back-up timkamnas di MK.
Koordinator Advokasi timkamnas SBY-Boediono Amir Syamsuddin menegaskan bahwa sejak awal pihaknya berpendirian tidak akan "berkoalisi" dengan KPU. "Kami tidak melakukan pendekatan apa pun. Kami juga tidak pernah berhubungan dengan KPU kecuali yang bersifat resmi atau formal," tegas Amir kepada para wartawan, Jumat (31/7) di Bravo Media Center, Jakarta.
Terkait persidangan sengketa pemilu presiden yang akan digelar Mahkamah Konstitusi, Amir berkeyakinan, KPU akan melengkapi diri dengan bukti-bukti, saksi-saksi dan data-data yang kuat dan akurat, sebagaimana yang akan dilakukan timkamnas.
Amir menuding pihak-pihak yang menggulirkan isu tersebut sengaja ingin menciptakan kesan bahwa adanya kerja sama antara KPU dan timkamnas.
Sementara terkait tudingan kubu Mega-Pro bahwa timkamnas SBY-Boediono berusaha memengaruhi hakim MK dengan mengumumkan ucapan selamat atas kemenangan SBY-Boediono dari pemimpin-pemimpin negara sahabat, termasuk yang baru-baru ini dari PM Inggris, Sekjen Partai Demokrat Marzuki menampiknya. "Kita tidak bisa mengatur ucapan selamat. Bahkan, begitu hasil hitung cepat keluar, pemimpin ASEAN sudah memberikan ucapan selamat," imbuhnya.

