JAKARTA, KOMPAS.com — Untuk mengantisipasi terjadinya kembali aksi terorisme di masa datang, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono akan mengingatkan kembali komitmen dan tanggung jawab bersama para Gubernur se-Indonesia dalam rapat koordinasi nasional yang akan digelar dalam waktu dekat.
Rapat yang juga akan dihadiri para kepala kepolisian daerah (kapolda) dan para panglima komandan daerah militer (pangdam) itu akan menggunakan metode telekonferensi dengan pertimbangan untuk efisiensi waktu dan tugas para pejabat daerah.
Presiden Yudhoyono mengatakan hal itu saat memberikan pengarahan sebelum memimpin rapat terbatas dengan tiga menteri koordinator bidang politik, hukum dan keamanan, serta perekonomian dan kesejahteraan rakyat di Kantor Presiden, Kompleks Istana, Jakarta, Selasa (28/7). Rapat juga dihadiri Menteri Sekretaris Negara Hatta Rajasa dan Sekretaris Kabinet Sudi Silalahi.
"Kita akan menggunakan rapat koordinasi nasional itu untuk mengingatkan kembali komitmen dan tugas bersama kita untuk menjaga keamanan dalam negeri, serta upaya-upaya kita untuk menangkal terjadinya aksi-aksi teror kembali serta memberantas terorisme," ujar Presiden Yudhoyono.
Menurut Presiden Yudhoyono, rakornas juga diselenggarakan untuk memastikan jalannya pemerintahan, termasuk untuk memulihkan krisis ekonomi dan keamanan. Presiden melanjutkan, rapat tersebut juga akan menghadirkan para kapolda dan pangdam di daerah agar terjadi satu sinergi dan kebersamaan dalam menjaga keamanan dalam negeri.
Jika rapat koordinasi nasional berlangsung, itulah pertama kali digelarnya rapat koordinasi secara nasional untuk mencegah aksi terorisme di masa datang.

