Sabtu, 20 September 2014

News / Edukasi

Depag Resmikan 33 Madrasah Bantuan AusAid se-Indonesia

Selasa, 28 Juli 2009 | 17:38 WIB

LAMONGAN, KOMPAS.com — Menteri Agama Muhammad Maftuh Basyuni, Selasa (28/7), meresmikan penggunaan gedung Madrasah Tsanawiyah Satu Atap Yayasan Pondok Pesantren Kebon Dalem, Desa Tanggungan, Kecamatan Pucuk, Kabupaten Lamongan.

Peresmian dilakukan bersama-sama dengan Kepala Perwakilan lembaga donor dari Australia, AusAid, Blair Exell, dan General Manager Managing Contractor Project Management Australia Indonesia Basic Education Program atau MCPM AIBEP, Rodney Tiller. Peresmian gedung MTs tersebut merupakan bagian dari peresmian 33 gedung sejenis bantuan AusAid se-Indonesia yang dibangun sejak Juli 2008.

Menurut Direktur Pendidikan Madrasah pada Departemen Agama RI Firdaus, peresmian gedung Madrasah Tsanawiyah Satu Atap (MTs-SA) di Lamongan tersebut sebagai bagian dari program pembangunan 500 madrasah sejenis di sembilan provinsi yang dilakukan sejak 2006 lalu. Sembilan provinsi itu antara lain Sumatera Selatan, Lampung, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Timur, Nusa Tenggara Timur, dan Sulawesi Selatan.

Pada periode 2006-2007 tercatat telah dibangun 46 gedung MTs-SA, sedangkan sejak Juli 2008 dibangun lagi sebanyak 33 gedung dengan total anggaran Rp 28,133 miliar. Bangunan di MTs-SA Kebon Dalem di Desa Tanggungan Kecamatan Pucuk dibangun dengan dana Rp 1,174 miliar.

Perwakilan Ausaid, Blair Exxel, menyampaikan bahwa program kemitraan antara pemerintah Indonesia dan Australia dalam pembangunan gedung MTs bukan hanya bisnis semata, tetapi kemitraan sebagai teman dalam kawasan regional yang sama.

"Sebagai tetangga dekat harus saling membantu, baik dalam suasana suka maupun duka, terlepas dari masa-masa sulit yang kita lalui," katanya.

Dia berharap, gedung MTs yang dibangun tersebut akan mampu menyediakan lingkungan belajar yang aman dan menyenangkan bagi siswa.

"Ini hanya sebuah kesempatan yang diberikan, selanjutnya terserah siswa itu sendiri bagaimana akan mengembangkannya," tutur Blair.

Sementara itu, Menteri Agama Maftuh Basyuni juga sepakat dengan pendapat Blair. Menurutnya, tugas besar selanjutnya adalah memanfaatkan sarana prasarana tersebut dengan sebaik-baiknya untuk penuntasan wajib belajar. Dia berharap, MTs-SA bisa dijadikan persemaian ilmu amaliah islamiah dan amal ilmiah.

"Saya sependapat pertemanan dan kemitraan harus dilakukan dalam masa susah dan gembira, kalau hanya saat senang namanya imitasi," ujar Maftuh.

Dalam kesempatan sama, Bupati Lamongan Masfuk menyatakan, Pemerintah Kabupaten Lamongan telah memberikan perhatian pada dunia pendidikan, yaitu melalui program beasiswa untuk mahasiswa miskin. Saat ini, jumlahnya sudah mencapai hampir 1.000 mahasiswa.

Masfuk menyebutkan, saat ini Lamongan memiliki 258 pondok pesantren, 529 madrasah ibtidaiyah, 169 MTs, 73 madrasah aliyah (MA), 1.914 taman pendidikan Al Quran (TPQ), 764 madrasah diniyah, serta 184 raudhotul athfal.


Editor :
Sumber: