MEDAN, KOMPAS.com — Meski isu penggunaan vaksin meningitis masih jadi polemik hangat, belum ada pembatalan jemaah calon haji dari Sumatera Utara. Hingga kini terdapat 5.810 calon jemaah haji yang telah menyelesaikan pembayaran.
Kuota jemaah calon haji dari Sumut sebanyak 8.134 orang. Ada 2.324 calon anggota jemaah haji yang masih dalam proses pelunasan pembayaran biaya. "Mereka harus menyelesaikan pembayaran pada 12 Agustus nanti," tutur Kepala Kantor Wilayah Syariful Mahya Bandar, Jumat (24/7) di Medan.
Sejauh ini, tuturnya, belum ada anggota jemaah calon haji yang mengundurkan diri dari daftar pemberangkatan. Kendatipun demikian, dia tidak menjamin pada waktu berikutnya mereka mengundurkan diri. Dari data yang ada, ia mengatakan, isu penggunaan vaksin meningitis belum ada pengaruh.
Syariful mengatakan, sejak merebaknya isu penggunaan vaksin meningitis, banyak anggota jemaah calon haji yang bertanya kepada panitia pemberangkatan. Majelis Ulama Indonesia (MUI), tuturnya, sudah mengeluarkan fatwa tentang vaksin ini. Bagi mereka yang baru pertama kali berangkat, MUI menganggap ini persoalan darurat. Namun, bagi mereka yang sudah pernah berangkat, diminta untuk tidak berangkat.
Vaksin meningitis menjadi polemik di antara ulama dan akademisi karena dalam proses pembuatannya memakai enzim tripsin dari babi. Vaksin ini dibuat dari bakteri yang dilemahkan untuk memperkuat kondisi tubuh anggota jemaah haji selama menjalankan ibadah di Arab Saudi. Sementara itu, Pemerintah Arab Saudi mewajibkan seluruh jemaah haji menggunakan vaksin karena alasan kesehatan.
Vaksin lama
Koordinator Poliklinik Kesehatan Penitia Pemberangkatan Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Medan, Masrip Sarumpaet, mengatakan bahwa persoalan vaksin bukan hanya masuk ke ranah kesehatan, melainkan juga harus mempertimbangkan pendapat ulama. Dia mendukung fatwa MUI yang menganggap hal ini merupakan persoalan darurat bagi mereka yang baru pertama kali berangkat.
Mereka yang berangkat akan menggunakan vaksin meningitis produk lama buatan Belgia. Memang, tuturnya, penggunaan vaksin ini bisa memperkuat daya tahan tubuh selama menjalankan ibadah haji. Kondisi fisik yang baik dibutuhkan jemaah selama menjalankan ibadah haji, yang merupakan ibadah yang banyak melakukan aktivitas fisik.
Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sumatera Utara Nur Fadhil Lubis sebelumnya berpendapat, persoalan ini tidak perlu menjadi polemik besar. Dia mengatakan agar persoalan menjadi pemikiran ulama dan akademisi. Masyarakat, tuturnya, perlu mendapat pilihan-pilihan pendapat sebelum berangkat menjalankan ibadah haji.

