Senin, 28 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Senin, 28 Mei 2012 | 05:12 WIB
Para Menteri SBY-Boediono Harus Eksekutor
Caroline Damanik | Selasa, 21 Juli 2009 | 17:39 WIB
|
Share:

JAKARTA, KOMPAS.com — Jika pasangan capres-cawapres SBY-Boediono terpilih lagi dalam Pemilu Presiden 2009 nanti, keduanya harus memilih orang-orang yang memang unggul dalam mengeksekusi program atau kebijakan. Zaken kabinet yang dibangun lebih baik berisi orang-orang yang berkarakter 'pekerja lapangan'. Pasalnya, baik SBY maupun Boediono sama-sama berkarakter pemikir dan kerap berhati-hati.

"Lebih baik kabinet kerja, bukan kabinet konsep. Karena keduanya (SBY dan Boediono) orang pemikir. Mau dari partai boleh saja, asal dia eksekutor. Yang manajerial, bukan bos," ujar pengamat politik Andrinof Chaniago di sela-sela diskusi bertajuk "Agenda Reformasi Birokrasi dan Good Governance Presiden Terpilih" di The Habibie Center, Selasa (21/7).

SBY dan Boediono juga diminta berhati-hati dalam memilih para pembantunya. Salah memilih, warna kabinet bisa menjadi seragam dan membuat kerja pemerintahan sulit memiliki dinamika. "Yang dikhawatirkan di kabinet ini bisa saja tidak ada karakter yang kontras dengan SBY-Boediono. Sama-sama santun," lanjut Andrinof.

Tawar-menawar kursi menteri seperti yang dilakukan Jusuf Kalla pada tahun 2004 tidak akan ada lagi. Oleh karena itu, jika salah memilih, mungkin saja kabinet dapat kekurangan orang-orang yang agresif, berjiwa inisiator dan eksekutor. "Isi kabinet akan biru-biru seperti mereka berdua. Isinya akan seperti mereka berdua yang karakternya mikir dulu. Cukup kecil kemungkinan ada yang berbeda karakter," kata Andrinof.

Jika tidak dipenuhi, bukan tidak mungkin banyak janji-janji kampanye pasangan ini yang tidak akan berjalan karena kekurangan motor dan eksekutor.