YOGYAKARTA, KOMPAS.com — Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin menuntut aparat keamanan mengusut tuntas kasus ledakan bom di Hotel JW Marriott dan Ritz-Carlton Jakarta, Jumat (17/7), hingga ditemukan aktor intelektualnya.
Selain itu, menurut dia, aksi teror bom itu juga tidak perlu dikaitkan dengan Pemilu Presiden (Pilpres) 2009. Semua pihak, terutama elite politik, harus tampil dengan sikap kenegarawanan untuk menenangkan masyarakat.
"Aparat keamanan harus sungguh-sungguh mengusut tuntas kasus peledakan bom di Jakarta tersebut sehingga bisa menemukan aktor intelektualnya. Selama ini, aparat keamanan dalam mengusut suatu kasus sering tidak tuntas," katanya di Yogyakarta, Sabtu.
Menurut dia, kasus pengeboman yang terjadi di dua hotel tersebut relatif mudah untuk mengusutnya karena ada kisi-kisinya, seperti peracikan bom diduga dilakukan di kamar 1808 Hotel JW Marriott yang juga digunakan sebagai tempat menginap pelaku.
"Kami berharap, temuan awal aparat keamanan itu bisa digunakan sebagai petunjuk untuk melangkah lebih lanjut dalam menuntaskan kasus tersebut. Saya yakin, aparat keamanan memahami hal itu," katanya.
Ia mengatakan, Muhammadiyah juga minta aksi teror dengan peledakan bom itu tidak dikaitkan agama, terutama Islam. Muhammadiyah tidak ingin mendengar ada pengaitan kasus bom tersebut dengan istilah keislaman.
"Jangan ada yang mengaitkan aksi teror bom itu dengan Islam. Teror adalah teror, kejahatan adalah kejahatan, jika dikaitkan dengan Islam tentu akan menyakiti umat Muslim," katanya.

