Sabtu, 11 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Sabtu, 11 Februari 2012 | 22:46 WIB
Presiden: Buru Drakula dan Penebar Maut
Wisnu Nugroho A | Jumat, 17 Juli 2009 | 15:10 WIB
|
Share:

JAKARTA, KOMPAS.com — Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengemukakan tidak akan mengulang kesalahan masa lalu yang membiarkan para pembunuh dan penghilang nyawa bebas tidak terjerat hukum. "Kali ini negara tidak boleh membiarkan mereka yang menjadi drakula dan penebar maut," ujar Presiden di taman dalam Istana Negara, Jakarta, Jumat (17/7).

Presiden mengemukakan, aparat kepolisian dibantu intelijen telah berkali-kali mencegah dan menggagalkan aksi terorisme. Aparat juga telah beberapa kali membongkar rencana aksi terorisme. "Meskipun lolos hari ini," ujarnya.

Presiden menegaskan, negara tidak boleh kalah dan menyerah kepada terorisme. Kekerasan dan terorisme tidak boleh tumbuh di Indonesia. "Saya akan terus berada di depan untuk menghadapi ancaman dan tantangan ini. Kami akan mengemban tugas yang berat namun mulia ini," ujar Presiden.