Senin, 28 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Senin, 28 Mei 2012 | 05:09 WIB
Dunia Pariwisata Diliputi Kekhawatiran
FX. Laksana Agung S | Jumat, 17 Juli 2009 | 12:22 WIB
|
Share:

PROBOLINGGO, KOMPAS.com- Para pemangku usaha pariwisata di kawasan Gunung Bromo, Jawa Timur, mengkhawatirkan dampak peledakan bom yang terjadi di Jakarta, Jumat (17/6) pagi tadi. Dipastikan akan ada penurunan jumlah wisatawan mancanegara.

"Kalau untuk musim puncak tahun ini, wisatawan telah memesan travel dan hotel. Jadi, kemungkinan di Bromo tidak akan terlalu berpengaruh. Tapi setelah musim puncak, yakni mulai Oktober nanti, bisa jadi terjadi penurunan," kata Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Kabupaten Probolinggo Digdoyo.

Peledakan bom itu sangat disesalkan para pelaku usaha pariwisata. Pasalnya, hal itu bisa kembali menjatuhkan dunia wisata di Indonesia ke titik nadir sebagaimana terjadi pascapeledakan bom di Bali.

Menurut Digdoyo, jumlah wisatawan manca yang berkunjung ke Indonesia, setidaknya ke Bromo, terus menunjukkan tren positif pada tahun-tahun terakhir. Pada tahun ini, jumlah wisatawan ke Bromo adalah yang terbanyak dibanding tahun-tahun sebelumnya pascapeledakan bom Bali.

Musim puncak tahun lalu, tingkat hunian hotel di kawasan wisata Gunung Bromo tercatat 60 persen. Sementara tahun ini mencapai 90 persen.