YOGYAKARTA, KOMPAS.com — Tim sukses pasangan calon presiden dan wakil presiden Muhammad Jusuf Kalla-Wiranto DI Yogyakarta mengakui kekalahan pasangan JK-Wiranto di DIY disumbang persoalan internal. Minimnya anggaran dana kampanye menyebabkan proses sosialisasi tidak sampai masyarakat basis.
"Kita akui ada kelemahan-kelemahan di tingkatan tim kampanye di JK-Wiranto. Kita tidak bisa maksimal sampai ke basis karena persoalan anggaran. Itu kita akui anggaran dari pusat memang tidak maksimal turun," ungkap Dedy Suwadi, Wakil Ketua Bidang Hukum Tim Kampanye JK-Wiranto DIY yang juga Wakil Ketua Dewan Pimpinan Daerah Partai Golongan Karya DIY, Kamis (16/7) di Yogyakarta.
Dedy secara terbuka mengatakan, bantuan dana kampanye pilpres dari tim nasional untuk setiap kabupaten/kota di DIY hanya Rp 50-an juta. Dana itu sangat kurang untuk berbagai keperluan kampanye pilpres, seperti pemasangan berbagai atribut kampanye dan pengadaan logistik kampanye, serta untuk keperluan sosialisasi kepada masyarakat basis. Keterbatasan dana juga memaksa tim sukses tidak menggelar kampanye terbuka secara besar.
"Saya tidak tahu persis, kenapa pusat tidak maksimal soal penggelontoran dana. Saya melihat karena masih ada keyakinan bakal dua putaran, ini bisa saja, sehingga mungkin maksimalnya dana di putaran kedua," katanya.
Dedy lebih lanjut menjelaskan, berbagai atribut, seperti poster, spanduk, dan baliho yang dipasang, hampir semuanya didrop langsung oleh tim nasional. Meski cukup banyak dipasang, tetapi menurut dia, itu tetap tidak cukup. Masyarakat tidak butuh spanduk. "Masyarakat butuh kaus, kaus ini kita tidak ada karena tidak ada dana," katanya.
Ia mengakui, setiap tim sukses daerah turun menemui simpatisan selalu saja dimintai kaus. Padahal, kaus yang tersedia jumlahnya hanya 10.000 buah. Jumlah ini sangat tidak mencukupi bagi pemilih di DIY. Mungkin spanduk dan atribut lain dianggap pusat cukup karena ada serangan udara melalui iklan kampanye. "Itu memang bisa mendukung, namun yang menjadi masalah masyarakat grassroot ingin wujud riil, pragmatis. Selalu tanya mana kausnya," katanya.
Berdasarkan data Panitia Pengawas Pemilu DIY, JK-Wiranto menempati urutan ketiga dalam perolehan suara di DIY yaitu 205.318 dari daftar pemilih tetap 2,8 juta pemilih.

