JAKARTA, KOMPAS.com — Menteri kesehatan dalam kabinet pemerintah mendatang diharapkan memiliki integritas tinggi dan visi kesehatan Indonesia yang bagus. Dua tugas utama yang harus segera dikerjakan pemerintahan mendatang di sektor kesehatan adalah melaksanakan sejumlah langkah untuk mencapai sasaran pembangunan milenium dan segera memberlakukan Undang-Undang Sistem Jaminan Sosial Nasional.
Kompetensi menkes harus dipertimbangkan, tidak harus berasal dari kalangan dokter, yang terpenting memiliki integritas dan memahami visi kesehatan Indonesia, kata mantan Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia dr Kartono Mohamad, seusai menghadiri temu wicara yang diprakarsai Ikatan Alumni Universitas Indonesia-Fakultas Kedokteran, Rabu (15/7) di Jakarta.
Menurut Kartono, Menkes mendatang harus memiliki integritas bagus dengan berani menyatakan tidak terhadap berbagai kepentingan yang dinilai merugikan kesehatan masyarakat, termasuk kepentingan politik dan dunia industri. Menkes mendatang juga harus memiliki visi kesehatan Indonesia yang bagus dan konsep solusi bidang kesehatan mengenai apa yang harus dilakukan.
Selain itu, Menkes diharapkan mampu melakukan advokasi bidang kesehatan ke menteri-menteri lain karena banyak masalah kesehatan yang terkait dengan pembangunan sektor lain. Sebagai contoh, tingginya angka kematian ibu dan bayi baru lahir tidak hanya masalah kesehatan, tetapi juga menyangkut akses terhadap pelayanan kesehatan, infrastruktur jalan, dan ketersediaan air bersih.
Sebagai pucuk pimpinan di Departemen Kesehatan, seorang menkes harus memiliki keberanian untuk merombak birokrasi Depkes dengan merampingkan struktur organisasi agar lebih efisien dan efektif dalam melaksanakan pembangunan bidang kesehatan. Menkes mendatang juga harus berani mengedepankan bahwa Depkes merupakan departemen yang menyehatkan, bukan departemen yang menyembuhkan, ujarnya menambahkan.
