JAKARTA, KOMPAS.com - Jumlah kasus influenza A-H1N1 positif dalam tiga hari terakhir ini melonjak. Dari 86 kasus pada hari Senin (13/7) lalu meningkat menjadi 112 kasus pada Selasa (14/7) kemarin. Dalam sehari kasus bertambah 26 orang: 11 laki-laki, 15 perempuan.
Kita jangan panik. Yang perlu dilakukan adalah meningkatkan surveilans dan kapasitas rumah sakit. Rumah sakit swasta pun kalau perlu dilibatkan juga. Logistik juga tetap terjaga seperti obat Tamiflu. "Masyarakat juga harus menjaga diri. Kalau sakit pakai masker dan jangan pergi kemana-mana," kata Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari di Jakarta, Selasa (14/7) malam.
Dua orang yang meninggal dunia di Padang dan Bali menurut Menkes Siti Fadilah, mereka masih suspek karena gambaran mereka negatif A-H1N1. Namun supaya yakin, kita sekuensing semuanya. "Mudah-mudahan dalam dua minggu sudah ada hasilnya," kata Menkes.
Menanggapi lonjakan kasus di Indonesia. menurut Menkes, kasus di Indonesia adalah bawaan dari luar negeri, yaitu ada yang dibawa oleh turis-turis mancanegara atau penduduk Indonesia yang bepergian dan tertular virus A-H1N1 di luar negeri.
NTB yang tadinya tidak ada kasus, setelah orang Perancis masuk, sekarang ada kasus. Begitu juga di NTT ada 12 mahasiswa Belanda yang kesana, papar Menkes.
Namun dibandingkan dengan Singapura yang penduduknya sedikit tetapi penderita influenza A-H1N1 ada 1.000 orang, maka jumlah kasus di Indonesia belum seberapa. Malaysia yang jumlah penduduknya 1/10 Indonesia saja kasusnya 772 orang, sedangkan Indonesia 112 orang. Tapi kita tetap harus waspada, kata Menkes Siti Fadilah.
Tambahan 26 kasus Selasa kemarin terdiri dari 11 laki-laki dan 15 perempuan: dua WNA dan 24 WNI. Mereka berasal dari RS dan Dinas Kesehatan Jakarta 16 orang, Medan 1 orang, Banten 6 orang, Surabay a 1 orang dan Manado 2 orang. Tiga orang di antaranya memiliki riwayat pergi ke luar negeri yaitu Malaysia 2 orang dan Australia 1 orang.
Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Tjandra Yoga Aditama menyatakan, untuk mencegah pe nyebaran virus A-H1N1 di Indonesia, upaya kesiapsiagaan tetap dijalankan, yaitu penanggulangan di Kantor Kesehatan Pelabuhan (KPP) berupa penyiapan radio pratique, thermal scanner, pemberian Health Alert Card dan pemeriksaan terhadap penderita suspek oleh petugas KPP, penyiapan 100 RS rujukan, pelacakan kontak, surveilans ILI, penegakan diagnosis di laboratorium, berkoordinasi dengan Depkes negara-negara lain, kegiatan komunikasi, informasi dan edukasi.
Sampai 14 Juli 2009 secara kumulatif kasus influenza A -H1N1 positif di Indonesia berjumlah 112 orang terdiri dari 63 laki-laki dan 49 perempuan, yaitu 24 Juni 2 kasus, 29 Juni 6 kasus, 4 Juli 12 kasus, 7 Juli 8 kasus, 9 Juli 24 kasus, 12 Juli 12 kasus, 13 juni 22 kasus dan 14 Juni kemarin bertambah 26 kasus.

