Senin, 28 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Senin, 28 Mei 2012 | 04:22 WIB
Makna "Pulang Kampung" JK
Caroline Damanik | Selasa, 14 Juli 2009 | 11:30 WIB
|
Share:

Dhoni Setiawan
Kandidat Calon Presiden, Jusuf Kalla bersama istri menunjukkan jari yang sudah dibubuhi tinta usai melakukan pencontrengan di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 19, Taman Suropati, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (8/7).

TERKAIT:

JAKARTA, KOMPAS.com — Saat tampil dalam debat terakhir calon presiden yang diselenggarakan oleh Komisi Pemilihan Umum di masa kampanye Jusuf Kalla yang merupakan calon presiden dari Partai Golkar mengungkapkan, jika dirinya kalah ia akan "pulang kampung".

Makna ungkapan "pulang kampung" yang dilontarkan putra Makassar ini luas. Salah satunya, ia tidak akan mengajukan diri lagi sebagai Ketua Umum Partai Golkar periode mendatang.

Ketua Tim Kampanye Nasional pasangan capres dan cawapres JK dan Wiranto, Fahmi Idris, memastikannya ketika berbincang dengan Kompas.com, beberapa waktu lalu. "Pak JK sendiri enggak mau maju lagi, istilahnya ya pulang kampung," ujar Fahmi.

Sebelumnya, di depan media, JK juga memastikan bahwa momen Pilpres 2009 adalah momen terakhirnya berlaga di kancah perpolitikan Indonesia, baik sebagai presiden, wakil presiden, maupun jabatan struktural di tubuh Golkar. Menurut pria yang berumur 67 tahun ini, dirinya sudah tua dan berharap generasi muda mulai belajar untuk memimpin bangsa.

Oleh karena itu, menurut Fahmi, desakan sejumlah pihak untuk menyelenggarakan musyawarah nasional luar biasa (munaslub) juga tak masuk akal. Selain alasan yang tak berdasar menurut AD/ART, tak ada pula obsesi JK untuk kembali bertarung merebut kursi nomor satu di Golkar itu.

Sementara itu, rapat pimpinan harian Golkar tadi malam menegaskan Rapimnas Golkar akan diselenggarakan 12-13 Agustus mendatang. Dalam rapimnas, Golkar akan menentukan waktu, tempat, dan tata penyelenggaraan Munas Golkar.