Senin, 28 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Senin, 28 Mei 2012 | 04:22 WIB
Golkar Jabar Siap Jadi Oposisi
Rini Kustiasih | Senin, 13 Juli 2009 | 18:45 WIB
|
Share:

BANDUNG, KOMPAS.com — Partai Golkar Jawa Barat menyatakan siap mendukung posisi oposisi manakala presiden terpilih tidak menggandeng Partai Golkar dalam pemerintahan. Sebaliknya, Partai Golkar juga bisa mendukung pemerintahan yang berkuasa bila ada komunikasi politik yang baik antara presiden terpilih dan Ketua Umum Partai Golkar.

Hal itu dikemukakan Ketua Dewan Pimpinan Dewan (DPD) Partai Golkar Jabar, Uu Rukmana, Senin (13/7) di Bandung. Ia berpendapat, Partai Golkar masih memiliki kekuatan oposisi di parlemen meskipun kalah dalam Pemilu Presiden 2009.

"Bila Partai Golkar mengambil sikap oposisi dan bekerja sama dengan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P), maka itu akan menjadi hambatan berat bagi pimpinan eksekutif yang memenangi pilpres," katanya.

Meskipun selama hampir 40 tahun menjadi partai penguasa, Partai Golkar dinilai memiliki sumber daya dan kemampuan untuk menjadi partai oposisi.

Uu menerangkan, sikap oposisi yang diambil pun akan diselaraskan dengan kepentingan rakyat. Partai Golkar tidak akan bersikap sebagai oposisi buta yang selalu menentang kebijakan pemerintah. "Asalkan kebijakan pemerintah itu membela kepentingan rakyat, maka Partai Golkar akan tetap mendukung," katanya.

Namun, jalan menuju oposisi itu amat bergantung kepada sikap dan komunikasi politik Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang sementara ini disebutkan unggul. Uu mengatakan, jika ingin meraih Partai Golkar, maka SBY harus menjalin komunikasi politik dengan Ketua Umum DPP Partai Golkar Jusuf Kalla. "Jika komunikasi politik dilakukan melalui orang per orang, maka janganlah sampai membawa-bawa nama Partai Golkar," katanya.