Senin, 28 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Senin, 28 Mei 2012 | 04:22 WIB
Harapan 100 Persen dari Tim Ekonomi Baru
| Senin, 13 Juli 2009 | 14:36 WIB
|
Share:

JAKARTA, KOMPAS.com — Pengamat ekonomi dari Standard Chartered Bank, Fauzi Ihsan, berharap tim ekonomi dari kabinet 2009-2014 akan diisi sepenuhnya atau 100 persen oleh profesional. "Idealnya tim ekonomi pada kabinet mendatang 100 persen harus dari profesional," kata Fauzi Ihsan kepada ANTARA di Jakarta, Senin (13/7).
     
Dia juga menyebut para pengusaha juga bisa mengisi susunan kabinet mendatang. "Tapi harus dari pengusaha yang tidak memiliki conflict of interest atau terlalu dekat dengan penguasa sehingga bisa dikatakan sebagai KKN," katanya.
     
Namun, partai juga dibutuhkan dalam kabinet untuk memuluskan program pemerintah yang akan membutuhkan persetujuan dari DPR. "Memang orang partai juga diperlukan untuk memuluskan semua program yang akan dimintakan ke dewan," jelasnya.
     
Menurut Fauzi, harusnya lobi ke DPR ini dilakukan oleh presiden dengan para koalisinya di DPR, yakni Partai Demokrat, Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Persatuan Pembangunan (PPP), dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Pengamat ini juga melihat kandidat profesional atau pengusaha yang diusung dari partai koalisi pemenang Pilpres 2009-2014.
     
"Ya bisa dari profesional atau pengusaha dari usulan partai, tapi harus jauh dari conflict of interest sehingga tidak menimbulkan masalah di depan," ujarnya. Fauzi juga melihat bahwa pemenang pilpres, Susilo Bambang Yudhoyono-Boediono, bisa menentukan bentuk kabinet ke depan karena para koalisinya yang tidak terlalu dominan di kursi DPR.
     
Namun, tetap harus diwaspadai bahwa para anggota partai-partai koalisi SBY-Boediono akan menuntut porsi di kabinet. Riak-riak tuntutan porsi di kabinet sudah mulai muncul dengan pernyataan sejumlah parpol mengenai jatah yang akan didapatkan jika pasangan calon yang diusung meraih kemenangan.
     
Fauzi berharap tim ekonomi dalam kabinet 2009-2014 benar-benar diisi oleh orang-orang yang profesional, walaupun berasal dari partai.

Sumber :
Antara