Senin, 28 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Senin, 28 Mei 2012 | 04:22 WIB
SBY Masih Butuh Golkar
Inggried Dwi Wedhaswary | Senin, 13 Juli 2009 | 14:35 WIB
|
Share:

JAKARTA, KOMPAS.com — Pasangan SBY-Boediono untuk sementara diprediksi sebagai pemenang Pemilu Presiden 2009, berdasarkan hasil quick count dan rekapitulasi sementara KPU.

Meski didukung oleh mayoritas partai yang masuk ke DPR, SBY dinilai masih membutuhkan dukungan partai besar, Golkar, jika berkuasa di pemerintahan. Analisis itu disampaikan Direktur Reform Institute, Yudi Latief, Senin (13/7) di Jakarta.

Alasannya, selain memiliki dukungan mayoritas parlemen, SBY juga membutuhkan mitra koalisi yang lincah bermanuver. "Menurut saya, SBY masih tetap membutuhkan dukungan partai besar. Karena bagi SBY, koalisi partai juga dibutuhkan yang memiliki kemampuan bermanuver di parlemen," kata dia.

Komposisi koalisi ini dinilai akan menjamin stabilitas pemerintahan yang akan dipimpin SBY hingga 5 tahun mendatang. "Apalagi ini term terakhir dari pemerintahan yang dipimpin SBY. Watak dari partai koalisinya kan bisa keluar masuk tergantung isu. Nah, ini juga membahayakan posisi SBY 5 tahun ke depan," ujar Yudi.

Menjelang masa akhir jabatan di periode keduanya, SBY diprediksi akan mencari jalan aman terhadap mitra-mitra koalisi yang selama ini tak konsisten mendukung pemerintahannya. "Karena menjelang Pemilu 2014 pasti koalisi ada yang cari jalan aman juga dengan tidak mendukung kebijakan yang tidak pro rakyat. Ini juga membahayakan SBY, maka dia akan memilih ada partai besar yang bisa menguasai parlemen," urai Yudi.