Sabtu, 11 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Sabtu, 11 Februari 2012 | 23:19 WIB
KPU: Apa yang Mau Ditunggangi dari KPU
Wahyu Satriani Ari Wulan | Minggu, 12 Juli 2009 | 13:29 WIB
|
Share:

DHONI SETIAWAN
Para wartawan memanfaatkan fasilitas komputer yang dimiliki Komisi Pemilihan Umum (KPU) saat memantau jalannya penghitungan suara di Pusat Tabulasi Pemilu Nasional, Hotel Borobudur, Jakarta Pusat.

TERKAIT:

JAKARTA, KOMPAS.com — Komisi Pemilihan Umum membantah ditunggangi dan diintervensi pihak asing, yaitu The International Foundation for Electoral Systems (IFES) terkait proses Tabulasi Nasional Pemilu Presiden melalui layanan pesan singkat (SMS).

"Ya tidak ada penunggangan. Yang mau ditunggangi apa coba," kata Anggota KPU Syamsul Bahri, Jakarta, Minggu (12/7).

Hal ini disampaikan Anggota KPU Syamsul Bahri menanggapi laporan kubu Mega-Prabowo ke Bawaslu atas lima pelanggaran yang dilakukan KPU, salah satunya pelibatan pihak asing dalam tabulasi nasional. Kubu Mega-Prabowo menilai pelibatan IFES tidak sesuai dengan ketentuan penyelenggaraan pemilu yang mensyaratkan penyelenggara pemilu terbebas dari pengaruh pihak mana pun, termasuk asing.

Menanggapi hal ini, Syamsul menegaskan keberadaan IFES hanya untuk membantu KPU dalam penyelenggaraan tabulasi melalui SMS dan seluruh biaya ditanggung oleh IFES. Adapun pemberian hibah dari IFES ke KPU disalurkan melalui Bappenas.

 "Pada saat pertemuan antara IFES dan IT KPU, mereka (IFES) melaporkan mau membantu KPU," ujarnya.