JAKARTA, KOMPAS.com — Sejak lahir, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) diakui memang sudah diwarnai kecemburuan di kalangan penegak hukum, seperti Polri dan Kejaksaan. Oleh karena itu, dengan prestasi yang gemilang dalam dua tahun terakhir, bukan tak mungkin ada upaya penggembosan terhadap KPK. Hal ini disampaikan oleh mantan Wakil Ketua KPK Erry Riyana Hardjapamekas dalam diskusi Polemik di Warung Daun Pakubuwono, Sabtu (11/7). "Sekarang ada upaya penggembosan sistematis antara lain akan menangkap tiga anggota KPK lain, terkait penyadapan, pemerasan, dan lainnya," tutur Erry.
Ketua KPK non-aktif Antasari Azhar sendiri telah ditangkap atas kasus pembunuhan Direktur PT Rajawali Banjaran. Kasus ini memang diidentifikasikan Erry sebagai hasil persaingan antara lembaga penegak hukum tersebut. Presiden SBY dan presiden baru nantinya harus berupaya menyelesaikan pertikaian tersebut untuk menghindari pemanfaatan oleh pihak-pihak lain, terutama dengan kesempatan terjadinya corruptors fight back.
Pasalnya pula, lanjut Erry, pertikaian ini pula sudah tercium oleh dunia internasional. "Mudah-mudahan SBY segera merespons karena biasanya kalau sudah dilirik internasional, beliau dalam rangka 'jaim'-nya itu akhirnya akan merespons," tandas Erry.
