Senin, 28 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Senin, 28 Mei 2012 | 04:18 WIB
Tim JK dan Mega Akui Kekalahan di Jawa Timur
Nina Susilo | Jumat, 10 Juli 2009 | 13:40 WIB
|
Share:

AFP/ARIF ARIADI - KOMPAS IMAGES/KP-DS
Megawati Soekarnoputri usai mencontreng di Kebagusan, Susilo Bambang Yudhoyono di Gunung Putri Bogor dan Jusuf Kalla di Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (8/7).

SURABAYA, KOMPAS.com — Kendati penghitungan suara belum rampung, tim pemenangan Megawati Soekarnoputri-Prabowo dan tim sukses Jusuf Kalla-Wiranto di Jawa Timur mengakui keunggulan pasangan calon presiden dan wakil presiden Susilo Bambang Yudhoyono-Boediono.

Fungsionaris Dewan Pimpinan Daerah Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Bambang Suhartono, Jumat (10/7) di Surabaya, mengatakan, tim pemenangan Mega-Pro Jatim baru menghitung separuh suara. Dari hasil sementara, pasangan Mega-Pro mendapatkan suara sekitar 27 persen.

Bila pasangan Mega-Pro tidak lolos ke putaran kedua dan tidak menang dalam Pemilu Presiden 2009, kata Bambang, PDI-P Jatim akan mengusulkan agar PDI-P kembali menjadi partai oposisi.

Ketua Dewan Pimpinan Cabang PDI-P Surabaya Wisnu Sakti Buana menyebutkan, perolehan Mega Pro di Surabaya berkisar 30 persen, sedangkan SBY-Boediono 60 persen dan JK-Wiranto 10 persen.

Gatot Sujito, Ketua tim pemenangan JK-Wiranto Jatim, juga mengakui pasangan calon presiden-wakil presiden yang diusungnya masih menempati posisi nomor tiga di Jatim.

Berdasarkan penghitungannya, JK-Wiranto mendapat suara 10-11 persen di wilayah tapal kuda, pantura, dan Madura, sedangkan di kawasan Mataraman sekitar 9 persen. Angka ini di bawah modal dasar perolehan suara Partai Golkar dan Partai Hanura di Jatim yakni 13,1 persen.