YOGYAKARTA, KOMPAS.com — Meski akan digunakan sebagai tempat memberikan suara bagi calon wakil presiden Boediono, tetapi tempat pemungutan suara (TPS) 96 Sawitsari, Desa Condong Catur, Depok, Sleman, Yogyakarta, tidak dipersiapkan secara khusus. TPS 96 tampak sangat sederhana. Bahkan, tidak berkesan sebagai TPS yang akan digunakan oleh calon wakil presiden.
"Memang tidak ada persiapan khusus menyambut Pak Boediono. Semua biasa saja seperti tradisi selama ini," ungkap Heri Hartanto, Ketua Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara TPS 96 Sawitsari, Rabu (8/7).
TPS 96 menempati rumah Heri Hartanto yang juga merangkap sebagai kepala dusun atau dukuh. Rumah Heri yang tidak terlalu luas tersebut juga dimanfaatkan sebagai kantor dukuh. Bagian dalam rumah atau ruang tamu digunakan untuk mencontreng, sedangkan halaman digunakan untuk ruang tunggu pemilih. Di halaman juga tidak ada hiasan mencolok layaknya menyambut calon pemimpin negara.
Menurut Heri, Boediono terakhir pernah mencontreng di tempat ini pada tahun 1987. Boediono pada pilpres ini akan mencontreng didampingi dan istrinya. Ia terdaftar dalam DPT TPS 96 dengan nomor urut 245, sedangkan istrinya, Herawati, 246. Total pemilih di TPS 96 ada 256 pemilih.
Heri menyatakan, Boediono dan istrinya sebelumnya pernah mencontreng di TPS yang sama pada tahun 1982 dan 1985. "Setelah itu beliau tidak memilih di sini, mungkin di Jakarta," kata Heri.
Jarak rumah Boediono dengan TPS 96 tidak terlalu jauh, hanya sekitar 50 meter. Petugas pemilihan, kata Heri, sudah mendapatkan informasi Boediono bakal memberikan suaranya pada pukul 09.30.

