JAKARTA, KOMPAS.com - Tim SBY-Boediono menilai kubu pesaing kini tak lagi memiliki senjata untuk menyerang pasangan SBY-Boediono. Hal itu dikatakan Bima Arya Sugiarto, Wakil Ketua Dewan Pakar tim pasangan Susilo Bambang Yudhoyono-Boediono.
"Amunisi untuk menyerang kubu SBY tidak ada lagi," lontarnya di Jakarta, Senin (7/7). Menurutnya, putusan MK yang memperbolehkan penggunaan KTP dan paspor bagi warga yang tidak terdaftar dalam DPT akan menepis dugaan bahwa pemerintah ingin melakukan manipulasi suara pemilih.
Bima mengatakan, keputusan MK tersebut merupakan terobosan yang luar biasa untuk menjamin hak politik rakyat. "Siapapun yang akan terpilih besok, mereka akan memiliki legitimasi karena isu DPT tidak ada lagi," ungkapnya.
Suara pemilih yang tidak terdaftar dalam DPT, papar Bima, akan terdistribusi kepada semua pasangan bukan hanya kepada satu pasangan tertentu. "Bukan hanya ke nomor satu dan tiga, tapi juga ke nomor dua. Banyak sekali pendukung SBY pada Pileg kemarin yang tidak terdaftar," ucapnya.

