JAKARTA, KOMPAS.com — Jumlah pemilih di rumah sakit dan lembaga pemasyarakatan diperkirakan akan membanjir menyusul diperbolehkannya penggunaan kartu tanda penduduk (KTP) dan paspor bagi pemilih yang tidak terdaftar di daftar pemilih tetap (DPT). Demikian disampaikan Anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) I Gusti Putu Artha, Selasa (7/7).
"RSCM dan lapas sudah lengkap, kemungkinan besar pemilih KTP banyak yang akan hadir," kata Putu, ketika ditemui di Kantor KPU, Jakarta.
Ia menjelaskan, pihaknya telah menyampaikan ke KPUD dan KPPS-KPPS untuk segera melakukan sosialisasi penggunaan KTP dalam pilpres. Adapun bagi pemilih yang ingin menggunakan KTP, Putu mengatakan, pemilih harus mendaftarkan ke tempat pemungutan suara (TPS) setempat.
"Kami mengawal semaksimal mungkin agar di TPS tidak ada masalah, makan ya kami sudah teriakkan dari semalam untuk segera daftar ke TPS," tuturnya.

