Senin, 28 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Senin, 28 Mei 2012 | 04:08 WIB
DPT Busuk, Hasilkan Pemimpin Busuk
Imam Prihadiyoko | Senin, 6 Juli 2009 | 09:25 WIB
|
Share:

Kompas/Totok Wijayanto
Pemerhati pemilu, Addhie M Massardi (kanan), Jeirry Sumampow (kiri), dan Ray Rangkuti (kedua dari kiri), menyampaikan permasalahan daftar pemilih tetap (DPT) kepada Wakil Ketua Komnas HAM Ridha Saleh di kantor Komnas HAM, Jakarta, Kamis (2/7). Jelang pilpres tanggal 8 Juli mendatang, masih ditemukan permasalahan DPT, seperti NIK ganda di Yogyakarta dan Kabupaten Jembrana, Bali.

TERKAIT:

JAKARTA, KOMPAS.com — Direktur Eksekutif Pedoman Indonesia Fadjroel Rachman mengatakan, DPT busuk akan menghasilkan presiden busuk. Itu sebabnya, pilpres 8 Juli perlu ditunda, atau Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menerbitkan Perppu agar setiap pemilih yang memiliki identitas sah (KTP/SIM/paspor) dapat ikut memilih pada 8 Juli.

"Pilihan kedua lebih masuk akal dalam waktu terbatas ini, agar tidak seorang pun warga negara hilang hak konstitusionalnya untuk memilih. Dan untuk itu, dibutuhkan keberanian politik SBY demi menyelamatkan pilpres dan demokrasi," ujar Fadroel, Senin (6/7).

Sebelumnya, sejumlah organisasi masyarakat juga sudah menyampaikan aspirasi yang menghendaki agar KPU serius memperbaiki DPT. Masalah DPT sangat penting untuk diselesaikan agar demokrasi makin berkualitas.