Senin, 28 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Senin, 28 Mei 2012 | 04:07 WIB
Gara-gara DPT, Pilpres Bisa Ditunda
Caroline Damanik | Minggu, 5 Juli 2009 | 00:43 WIB
|
Share:
DHONI SETIAWAN
Massa dari Solidaritas Masyarakat Korban Kisruh Daftar Pemilih Tetap (SMK2DPT) menggelar aksi di depan Gedung DPR/MPR, Jakarta Pusat, Selasa (5/5). Mereka mendukung langkah anggota DPR dalam mengajukan hak angket kepada pemerintah dalam menyelidiki kisruhnya DPT dalam pemilu legislatif lalu.
Foto:

TERKAIT:

SURABAYA, KOMPAS.com — Calon presiden Jusuf Kalla memberi waktu kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk memperbaiki daftar pemilih tetap (DPT) yang masih bermasalah hingga Senin mendatang. Jika hal ini tak dapat dipenuhi KPU, JK tak menutup kemungkinan pihaknya akan mendesak penundaan Pilpres kepada KPU. "Ada kemungkinan menunda. Tapi tanpa menunda agenda kenegaraan. Perhitungan (suara)-nya kan bisa dipercepat," tutur JK di dalam pesawat sewa Fokker 100 Pelita Air Services dalam penerbangan dari Surabaya ke Jakarta, Sabtu (4/7).

JK mengatakan, masalah ini sudah dibicarakan oleh timnya bersama Tim Kampanye Nasional pasangan Megawati dan Prabowo dan sudah disampaikan kepada KPU. JK meminta KPU memperbaiki DPT sekaligus menyerahkan DPT yang resmi kepada masing-masing tim pemenangan pasangan capres dan cawapres. "Kita juga minta ada tim evaluasi pemilu," ujar JK.

JK mengaku sempat berbincang dengan Bupati Bondowoso dalam rangkaian kampanyenya di Jawa Timur pada hari terakhir ini. Menurut sang Bupati, seperti dituturkan JK, sudah sekitar 900 nama dikeluarkan dari DPT karena memuat nama ganda.