JAKARTA, KOMPAS.com - Pemimpin bangsa yang baik adalah pemimpin yang mampu membawa Indonesia ke arah yang lebih baik lagi. Pemimpin bangsa yang baik juga adalah pemimpin yang cakap, bebas dari korupsi, kolusi, dan nepotisme. Hal ini disampaikan oleh calon presiden Susilo Bambang Yudhoyono di hadapan kader dan simpatisan pada acara kampanye akbar SBY-Boediono, Sabtu (4/7) sore di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta. "Masa lima tahun ke depan sangat menentukan sejarah bangsa Indonesia. Jadi, pilihlah pemimpin yang hanya dapat memberi bukti, bukan janji," ujarnya.
SBY kemudian kembali memaparkan program-program nasionalnya jika dirinya dan Boediono memenangi Pemilu Presiden 2009. Program-program tersebut adalah pertumbuhan ekonomi di atas tujuh persen, pengurangan kemiskinan hingga di bawah sepuluh persen, pemotongan tingkat pengangguran hingga enam persen, serta peningkatan kesehatan dan pendidikan.
Program lainnya adalah pembangunan infrastruktur, perumahan rakyat bagi rakyat tidak mampu, pemeliharaan lingkungan, peningkatan ketahanan dan keamanan, termasuk modernisasi alutsista, reformasi birokrasi, pemberantasan KKN, otonomi daerah dan pemerataan pembangunan, demokrasi dan penghormatan HAM.
SBY mengatakan siap melanjutkan pembangunan dan mampu mewujudkan program-program tersebut, kendati membutuhkan waktu. "Kami bukan superman yang dapat menyulap semuanya dalam sekejap," demikian SBY.