KOMPAS
Senin, 22 Maret 2010 Selamat Datang  |     |  
LSI : Debat Tak Pengaruhi Pilihan Konstituen
Sabtu, 4 Juli 2009 | 17:40 WIB
KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMO
Tiga calon presiden yang akan maju dalam pemilu 2009 yaitu (dari kiri) Megawati Soekarnoputri, Susilo Bambang Yudhoyono, dan Jusuf Kalla saat acara Debat Capres Final di Balai Sarbini, Jakarta, Kamis (2/7).
TERKAIT:

JAKARTA, KOMPAS.com - Hasil survei terbaru Lembaga Survei Indonesia memperlihatkan, acara debat capres dan cawapres yang selenggarakan KPU ternyata tak berpengaruh terhadap peta dukungan dan elektabilitas masing-masing pasangan capres-cawapres.

Menurut Burhanuddin Muhtadi, pimpinan LSI, di Jakarta Sabtu (7/4), survei ini digelar dengan tujuan mengetahui apakah debat mampu mengubah peta dukungan atas pasangan calon presiden dan wakil presiden. Dalam hasil survei yang dibiayai FOX Indonesia ini, acara debat capres dan cawapres yang diselenggarakan KPU ternyata tidak membawa perubahan signifikan terhadap pilihan masyarakat.

Hasil jajak pendapat LSI hingga debat putaran kedua memperlihatkan, 64 persen respondennya menyatakan capres dan cawapres SBY-Boediono merupakan pasangan yang paling baik dalam isi dan penyampaian pendapatnya dalam debat. Sementara pasangan Mega-Prabowo memperoleh 13 persen, dan pasangan JK-Wiranto 11 persen.

Berkorelasi dengan hasil tersebut, pilihan responden untuk pasangan capres-cawapres tidak banyak berubah.  Pasangan SBY-Boediono memperoleh sekitar 63,1 persen suara. Sementara pasangan JK-Wiranto dan Mega-Prabowo masing-masing 10,6 dan 19,6 persen. 

Dari hasil tersebut, LSI menyatakan bahwa putaran debat capres dan cawapres tidak berpengaruh signifikan terhadap perolehan suara pasangan SBY-Boediono yang akan tetap unggul atas pasangan Mega-Prabowo dan JK-Wiranto.

Menurut Burhanuddin ada beberapa sebab yang membuat acara debat tidak banyak berpengaruh terhadap pilihan masyarakat. Acara debat diniliainya tidak banyak memperlihatkan perbedaan gagasan di antara para capres-cawapres.

"Selain itu kemungkinan kuat karena para pemilih pada umumnya sudah menentukan pilihan yang cukup kuat sebelum debat dilakukan", jelasnya.

Mengomentari hasil poling tersebut, pengamat politik Arbi Sanit mengatakan dirinya tidak memandang ini secara kuantitatif.  Ia mencoba melihat pasangan ini dari pendekatan kualitatif. Menurutnya wajar saja pasangan SBY-Boediono paling unggul. 

"Karena secara track record, pasangan ini memang paling bersih dari dosa masa lalu. Apalagi jika melihat parpol-parpol yang mengusung pasangan ini, mereka jelas memiliki basis massa yang lebih banyak", kata Arbi.

Penulis: C9-09   |   Loading...
Sent from Indosat BlackBerry powered by
    Font: A A A
  Kirim Komentar Anda
  • Loading data..
 
Kirim Komentar Anda
Silakan login untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.