KOMPAS
Rabu, 17 Maret 2010 Selamat Datang  |     |  
Panwaslu Jatim Cek DPT Ngawi
Sabtu, 4 Juli 2009 | 17:21 WIB
DHONI SETIAWAN
Massa dari Solidaritas Masyarakat Korban Kisruh Daftar Pemilih Tetap (SMK2DPT) menggelar aksi di depan Gedung DPR/MPR, Jakarta Pusat, Selasa (5/5). Mereka mendukung langkah anggota DPR dalam mengajukan hak angket kepada pemerintah dalam menyelidiki kisruhnya DPT dalam pemilu legislatif lalu.
TERKAIT:

NGAWI,KOMPAS - Lima hari menjelang hari pemungutan suara pemilu presiden, Sabtu (4/7), Panitia Pengawas Pemilu Jawa Timur mengecek daftar pemilih tetap (DPT) di sejumlah tempat pemungutan suara di Kabupaten Ngawi. Saat pengecekan, panitia pengawas temukan masih adanya nama ganda di DPT.

Pengecekan dilakukan di dua tempat pemungutan suara (TPS), yaitu di TPS 2 Dumplengan dan TPS 4 Selopuro di Kecamatan Pitu, Kabupaten Ngawi. Pengecekan dipimpin anggota Panitia Pengawas Pemilu Jawa Timur Nur Solikhin. Ikut juga dalam pengecekan itu Panitia Pengawas Pemilu Kabupaten Ngawi.

Di TPS 2 Dumplengan, panitia pengawas menemukan pemilih ganda atas nama Dwi Nurtika. Di DPT, nama Dwi tercatat dua kali dengan alamat dan tempat dan tanggal lahir yang sama, yang membedakan antara keduanya hanya nomor induk kependudukan.

Sementara di TPS 4 Selopuro, panitia pengawas menemukan dua pemilih ganda atas nama Rusno dan Sayekti. Keduanya suami istri. Di DPT, kedua nama Rusno tercatat dengan tempat dan tanggal lahir sama.

Adapun untuk Sayekti, nomor induk kependudukan, nama, alamat, dan tempat dan tanggal lahir tidak sama tetapi menurut anggota panitia pengawas Kecamatan Pitu Soeparno, keduanya adalah orang yang sama.

Sayekti yang pertama tinggal di RT 2 RW 4 Jetak, Selopuro.  Sedangkan, satu lagi tinggal di RT 3 RW 4 Jetak. Pemilih dengan nama Sayekti hanya ada di RT 2 RW 4 sedangkan di RT 3 RW 4 tidak ada Sayekti, katanya.

Di tempat terpisah, Ketua KPU Kabupaten Ngawi Sunarto mengatakan saat ini pihaknya masih terus mengecek nama-nama di DPT guna membersihkan DPT dari nama-nama pemilih ganda atau nama-nama pemilih yang belum atau tidak mempunyai hak pilih, seperti anak di bawah usia 17 tahun dan belum menikah atau berprofesi sebagai tentara/polisi.

"Pengecekan akan terus dilakukan sampai hari pemungutan suara," katanya.

Ditanyakan mengapa masih muncul pemilih ganda di DPT Pilpres sama seperti yang terjadi di DPT Pemilu Legislatif lalu, Sunarto menyalahkan panitia pemutakhiran daftar pemilih dan panitia pemungutan suara yang tidak teliti saat memutakhirkan daftar pemilih sementara.

"Laporan yang kami terima dari panitia pemungutan suara dan panitia pemutakhiran daftar pemilih tidak pernah kami ubah atau kami cek lagi. Kami langsung serahkan laporan dari bawah itu ke KPU Pusat . Tidak mungkin kami intervensi laporan dari bawah," kata Sunarto.

Selain itu, dia menyalahkan calon pemilih yang tidak pernah mencek daftar pemilih sementara saat ditempel di balai desa, sehingga kesalahan di DPT masih terjadi.   

 

 

 

 

 

 

Penulis: APA   |   Loading...
Sent from Indosat BlackBerry powered by
    Font: A A A
  Kirim Komentar Anda
  • Loading data..
 
Kirim Komentar Anda
Silakan login untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.