JAKARTA, KOMPAS.com — Di akhir kampanye terbuka SBY-Boediono yang dipusatkan di Gelanggang Olahraga Bung Karno, Jakarta, Sabtu (4/7), semua alat peraga kampanye dikeluarkan. Karena banyaknya, sejumlah alat peraga dibiarkan berserakan tak terpasang.
Alat peraga, seperti bendera aneka warna bertuliskan "SBY-Boediono" yang sudah terikat di bambu, tertumpuk di beberapa sudut gerbang VIP Gelora Bung Karno. Bendera yang terikat di bambu itu dibiarkan saja karena sudah tidak tersedia ruang untuk memasangnya.
Di seputar Gelora Bung Karno, tidak hanya alat peraga kampanye yang bertebaran memenuhi setiap ruang kosong, buku tentang SBY juga dibagi-bagikan kepada siapa saja yang mau menerima.
Satgas Partai Demokrat membagikan buku-buku yang terbungkus dalam kardus. Karena panas dan tidak lagi banyak yang meminatinya, beberapa anggota Satgas Demokrat menggeser lokasi pembagian buku ke tempat teduh di sisi kanan gerbang VIP. Karena jauh dari massa, buku berjudul Harus Bisa tak banyak dibagi-bagikan. Puluhan dus buku tulisan Dino Patti Djalal tertumpuk di tempat teduh.
Di dalam Gelora Bung Karno, yang mulai terisi separuhnya pukul 14.00, alat peraga kampanye berbagai ukuran memenuhi lingkar gelora. Spanduk berukuran raksasa juga terbentang antara lain bertuliskan "Pastikan 1 Putaran!!!" dan "Ayo Menangkan SBY-Boediono Satu Putaran".
Meskipun diakui sebagai iklan ilegal, spanduk ukuran raksasa bertuliskan ajakan memenangkan SBY-Boediono satu putaran banyak bertebaran. Di kursi-kursi VVIP dibagikan beberapa buku lain, seperti 99 Alasan Memilih SBY dan buku bersampul Ny Ani SBY.
Saat ini, komedian Eko Patrio tengah melatihkan yel-yel dan memperkenalkan artis-artis pendukung, seperti Iis Dahlia, Rio Febrian, Ungu, dan Andra and The Backbone.

