Senin, 28 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Senin, 28 Mei 2012 | 04:07 WIB
Mega Serukan Waspada Aksi "Merayap" di Masa Tenang
Inggried Dwi Wedhaswary | Sabtu, 4 Juli 2009 | 13:18 WIB
|
Share:

Kompas/Heru Sri Kumoro
Kampanye Megawati - Calon presiden Megawati Soekarnoputri menyampaikan orasi politik saat kampanye di Alun-alun Satya Nagara, Sukoharjo, Jawa Tengah, Sabtu (4/7). Dalam orasinya Megawati meminta agar pendukungnya mewaspadai adanya gerakan untuk memengaruhi pilihan masyarakat saat masa tenang.

TERKAIT:

SUKOHARJO, KOMPAS.com - Mulai 5 hingga 7 Juli mendatang, tahapan pelaksanaan pemilihan presiden memasuki masa tenang menjelah hari pencontrengan pada 8 Juli. Di masa tenang, bukan berarti seluruh masyarakat bisa "tenang". Capres PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri mensinyalir akan ada kelompok-kelompok yang "merayap" untuk mempengaruhi pilihan masyarakat. Oleh karena itu, di hari kampanye pamungkasnya, Sabtu (4/7), Mega menyerukan agar masyarakat khususnya pendukung Mega-Prabowo untuk waspada.

"Mulai besok harus waspada, karena di minggu tenang akan ada yang merayap-merayap untuk mempengaruhi pilihan kepada nomor 1," ujar Mega, yang berpasangan dengan Prabowo Subianto sebagai pasangan nomor urut 1.

Dikatakan Mega, aksi-aksi gelap itu bukan bagian dari perilaku demokratis. Ia kembali menyinggung upaya intimidasi menjelang pemilu.

"Ada masyarakat yang ditekan, dibisik-bisiki 'haru pilih yang ini,, itu tidak bisa saya terima. Makanya jangan mau dibodohi. Cukuplah. Jangan mau diancam, kalau tidak mendukung, status kepegawaian tidak diurus, KTP ora ndang dadi-dadi (KTP tidak jadi-jadi)," ujar Mega.

Ia juga mengingatkan para pendukung dan kader PDI Perjuangan agar mencermati potensi kecurangan pemilu dan mengawal perjalanan surat suara.