SUKOHARJO, KOMPAS.com - Mulai 5 hingga 7 Juli mendatang, tahapan pelaksanaan pemilihan presiden memasuki masa tenang menjelah hari pencontrengan pada 8 Juli. Di masa tenang, bukan berarti seluruh masyarakat bisa "tenang". Capres PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri mensinyalir akan ada kelompok-kelompok yang "merayap" untuk mempengaruhi pilihan masyarakat. Oleh karena itu, di hari kampanye pamungkasnya, Sabtu (4/7), Mega menyerukan agar masyarakat khususnya pendukung Mega-Prabowo untuk waspada.
"Mulai besok harus waspada, karena di minggu tenang akan ada yang merayap-merayap untuk mempengaruhi pilihan kepada nomor 1," ujar Mega, yang berpasangan dengan Prabowo Subianto sebagai pasangan nomor urut 1.
Dikatakan Mega, aksi-aksi gelap itu bukan bagian dari perilaku demokratis. Ia kembali menyinggung upaya intimidasi menjelang pemilu.
"Ada masyarakat yang ditekan, dibisik-bisiki 'haru pilih yang ini,, itu tidak bisa saya terima. Makanya jangan mau dibodohi. Cukuplah. Jangan mau diancam, kalau tidak mendukung, status kepegawaian tidak diurus, KTP ora ndang dadi-dadi (KTP tidak jadi-jadi)," ujar Mega.
Ia juga mengingatkan para pendukung dan kader PDI Perjuangan agar mencermati potensi kecurangan pemilu dan mengawal perjalanan surat suara.

