
JAKARTA, KOMPAS.com — Pernyataan calon presiden SBY mengenai kewaspadaan dirinya terhadap maraknya sihir menjelang pemilu presiden disayangkan oleh Ketua Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia Ali Mochtar Ngabalin.
Menurut Ngabalin, justru pernyataan tersebut menjadi justifikasi terhadap penggunaan sihir dalam momen-momen pemilu. Padahal, momen pemilu adalah momen nasional dan sihir jelas-jelas dilarang dalam agama Islam. "Saya menyesalkan karena pernyataan ini keluar dari mulut pimpinan bangsa," ujar Ngabalin di sela-sela rangkaian kampanye Jusuf Kalla di Jawa Timur, Sabtu (4/7).
Menurut Ngabalin, Islam mengatur bahwa orang yang menyimpan jimat berarti mengkhianati Allah dan itu dilarang, apalagi menggunakan ilmu sihir untuk mengantarkan diri menjadi pemimpin bangsa.
Ngabalin bahkan menuding SBY yang sering mengunjungi kompleks-kompleks pemakaman untuk memperoleh kekuatan tertentu. "Masyarakat tahu siapa yang suka mendatangi kuburan. Saya tahu siapa yang suka begitu. Oh, memang ada capres yang suka ke kuburan," tandas Ngabalin.