JAKARTA, KOMPAS.com — Sebanyak 50 pejabat senior dari 27 negara akan mengikuti kegiatan Indonesian Election Visitor Program (EVP) atas undangan Pemerintah Indonesia. Kegiatan tersebut akan berlangsung di Hotel Sheraton Bandara, mulai tanggal 6-9 Juli 2009.
Juru bicara Departemen Luar Negeri Teuku Faizasyah menerangkan, peserta EVP berasal dari Afganistan, Australia, Bangladesh, Brunei Darussalam, RR China, Filipina, Indonesia, Irak, Jepang, Kamboja, Kazakhstan, Papua Niugini, Sri Lanka, Timor Leste, dan lainnya.
"Kegiatan ini merupakan salah satu tindak lanjut dari rekomendasi pertemuan Bali Democracy Forum (BDF), pesertanya pun para pejabat negara bahkan Sri Langka diwakili salah satu menterinya," ujarnya di Gedung Deplu, Jakarta, Jumat (3/7).
EVP terselenggara berkat kerja sama Departemen Luar Negeri dan Institute for Peace and Democracy Indonesia (IPD). Kegiatan tersebut akan dibuka secara resmi oleh Menteri Luar Negeri RI Hassan Wirajuda.
Selama kegiatan, para peserta akan mengikuti lokakarya dengan tema "Indonesian Presidential Election: A Democratic Assesment." Lokakarya tersebut akan membahas tentang reformasi dan pembangunan politik Indonesia, reformasi, dan pembangunan politik Indonesia, peraturan-peraturan pemilu di Indonesia, serta dinamika politik di Indonesia.
Selain itu, bekerja sama dengan Komunitas Indonesia untuk Demokrasi (KID), peserta EVP juga akan melihat pelaksanaan pemilu secara acak di beberapa tempat pemungutan suara di wilayah Tangerang, Yogyakarta, Malang, Denpasar, Padang, dan Banyuasin-Palembang.

