JAKARTA, KOMPAS.com — Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) mengapresiasi pelaksanaan debat capres terakhir, Kamis (2/7) malam ini. Sebagai debat pamungkas, debat ini dinilai memuaskan dibandingkan empat debat yang telah berlangsung sebelumnya.
"Bagus, menggairahkan, agak hidup, kandidat memberikan pengertian yang spesifik. Dari sesi awal sudah bagus, ada kandidat yang menohok dan tertohok itu yang membuat orang terbelalak," kata Ketua Bawaslu Nurhidayat Sardini, seusai debat capres, di Balai Sardini, Jakarta.
Ia menilai moderator malam ini juga memegang peranan penting. Sebab, moderator mampu menghidupkan suasana dengan melontarkan pertanyaan yang menggugah. "Moderator menggugah dengan hal-hal yang selama ini tidak sempat dikemukakan," ujarnya.
Namun, ia juga mengkritisi penyelenggaraan debat yang terlalu banyak dibatasi oleh berbagai regulasi. Hal ini menyebabkan debat berjalan kurang maksimal karena adanya keterbatasan.
"Kita sadar ini tidak mungkin dilakukan secara sempurna. Ada keterbatasan peraturan dan teknis. Coba bandingkan dengan debat di luar negeri," tuturnya.
Rata-rata, semua calon maupun tim sukses ketiga capres juga lebih aktif memanfaatkan waktu selama debat dengan sebaik-baiknya. Bahkan di sela-sela debat, semua calon langsung didekati tim sukses untuk mempersiapkan sesi berikutnya.

