KOMPAS
Rabu, 17 Maret 2010 Selamat Datang  |     |  
Semua Minta Dipilih, Jadi Mau Pilih yang Mana?
Laporan wartawan KOMPAS.com Caroline Damanik
Kamis, 2 Juli 2009 | 21:41 WIB
KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMO
Tiga calon presiden yang akan maju dalam pemilu 2009 yaitu (dari kiri) Megawati Soekarnoputri, Susilo Bambang Yudhoyono, dan Jusuf Kalla saat acara Debat Capres Final di Balai Sarbini, Jakarta, Kamis (2/7).
TERKAIT:

JAKARTA, KOMPAS.com — Dalam pernyataan penutup debat capres terakhir yang diselenggarakan di Balai Sarbini, Jakarta, Kamis (2/7), seluruh calon presiden meminta rakyat Indonesia untuk memilih mereka dalam Pilpres 8 Juli mendatang.

Lima kali acara debat, tiga debat capres dan dua debat cawapres, telah dilalui. Sekarang giliran rakyat Indonesia menentukan pilihannya. Mega menawarkan perubahan sebagai pernyataan terakhirnya. Perubahan atas nama ekonomi kerakyatan itulah yang akan dipersembahkannya bersama Prabowo Subianto, jika terpilih. Untuk itu, Mega meminta dipilih nanti.

Capres SBY menyatakan bahwa keutuhan NKRI adalah harga mati, sementara demokrasi dan otonomi daerah harus dikelola untuk mendatangkan kebaikan. Oleh karena itu, perlu tata kelola pemerintahan yang baik. Pasangan SBY-Boediono berkomitmen mewujudkan itu. Untuk itu, SBY minta dipilih juga dalam pilpres mendatang.

JK juga meminta dipilih pada pilpres nanti. JK menyatakan, Indonesia butuh pemimpin yang baik, cepat, dan tegas untuk membawa Indonesia makin cemerlang. Menurut dia, kriteria tersebut ada pada dirinya dan Wiranto. Ia juga sempat menyinggung bahwa pemerintah pusat dan daerah juga harus berperan serta dengan menghormati hak rakyat secara demokratis dan menjauhkan kecurangan.

Pilihan ada di tangan masyarakat. Jika semua minta dipilih, rakyat tentu harus menjatuhkan pilihan pada satu calon saja. Jadi siapa pilihan Anda? Mari renungkan dan pikirkan sebaik-baiknya.

Loading...
Sent from Indosat BlackBerry powered by
    Font: A A A
  Kirim Komentar Anda
  • Loading data..
 
Kirim Komentar Anda
Silakan login untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.