Jumat, 10 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Jumat, 10 Februari 2012 | 15:48 WIB
Mega "Serang" SBY soal Wilayah Perbatasan
Inggried Dwi Wedhaswary | Kamis, 2 Juli 2009 | 21:18 WIB
|
Share:

KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMO

JAKARTA, KOMPAS.com — Menjaga kedaulatan di wilayah perbatasan dan pulau-pulau terluar menjadi salah satu sub bahasan yang ditanyakan oleh moderator debat capres terakhir, Pratikno, Kamis (2/7) malam, di Balai Sarbini, Jakarta. Menjawab pertanyaan ini, Mega mulai 'menyerang' SBY, meski dengan pilihan kata dan gaya bahasa yang sangat halus.

Sebagai calon incumbent, SBY memaparkan bahwa pemerintah sudah berupaya membangun IT di daerah perbatasan dan pulau terluar agar mempermudah komunikasi. "Untuk kawasan perbatasan, tahun-tahun terakhir ini kita melakukan pembangunan, komunikasi terus kita lakukan. Transportasi kita tingkatkan, begitu pula ekonomi dan sosialnya. Diplomasi kita harus keras. Tapi kita bikin mereka nyaman sebagai bangsa Indonesia," kata SBY.

Bagi Mega, melihat perbatasan tidak bisa hanya sebatas pembangunan IT. "Pak SBY, perbatasan tidak bisa IT saja. Kita harus melihat realitas kehidupan warga di perbatasan. Kalau lihat di peta hanya garis lurus. Tapi kita harus melihat di mana tonggak penjagaan. Saat ini belum banyak dijalankan sehingga banyak yang masuk," ujar Mega.

Mega menekankan, wilayah perbatasan dan pulau-pulau terluar seharusnya bisa dijaga dengan baik guna mempertahankan kedaulatan bangsa. SBY sendiri menjamin bahwa penyelesaian sengketa tidak akan diserahkan kepada pihak lain, seperti halnya ketika sengketa Timor Timur dan Sipadan Ligitan.

Sedangkan JK memandang, untuk memimpin kedaulatan negara, dibutuhkan pemimpin yang tegas dan kuat, serta berkeadilan. "Ke depan, kita harus ada sertifikasi dan tanda di semua pulau yang ada. Kita minta, kita punya TNI AL yang kuat," kata JK.