Senin, 28 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Senin, 28 Mei 2012 | 03:59 WIB
KB, Otonomi Daerah, Pengelolaan Lingkungan Hidup Jalan Terus
Wahyu Satriani Ari Wulan | Kamis, 2 Juli 2009 | 21:02 WIB
|
Share:

KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMO

JAKARTA, KOMPAS.com — Tiga kandidat capres dihadapkan pada sederet persoalan yang dinilai membutuhkan perhatian di masa pemerintahan mendatang. Persoalan yang dilontarkan moderator debat capres Pratikno, yakni otonomi daerah, Keluarga Berencana (KB), pengelolaan lingkungan hidup, dan masalah perumahan rakyat.

"Saya tidak melihat pentingnya penarikan kembali kebijakan hal-hal tersebut di atas," jawab SBY, saat debat capres, di Balai Sarbini, Jakarta, Kamis (2/7). Menurutnya, yang perlu diperhatikan adalah masalah implementasinya. Seperti masalah otonomi daerah yang dinilai lebih efektif dibandingkan sentralisasi karena mampu mengurangi kemiskinan dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi di daerah. "Yang penting kita lakukan evaluasi yang jernih mana yang kurang," ujarnya.

Capres JK mengaku setuju dengan pendapat SBY. Ia menambahkan, perlu dibuat standar untuk masing-masing daerah. "Daerah diberi standar tertentu. Dengan standar itu kita bisa membuat koreksi, kita beri dana yang cukup sehingga dapat membantu," tuturnya.

Lain lagi dengan capres Megawati. Ia memulai pemaparannya mengenai KB. Menurutnya, pemberlakuan kebijakan KB untuk mendorong kesejahteraan masyarakat. "Perlu dijelaskan kalau KB itu untuk kesejahteraan. Kalau tidak dijelaskan itu membuat orang berpikir kalau KB hanya menyetop ibu-ibu untuk berproduksi," jelasnya.

Menanggapi pernyataan dua lawan politiknya, SBY yang mempunyai waktu 1 menit memaparkan pendapatnya. "Saya sependapat dengan Bu Mega. KB kaitannya dengan kesejahteraan. Tapi saat ini keikutsertaan KB semakin meningkat dari tahun ke tahun," pungkasnya.