JAKARTA, KOMPAS.com — Masalah karut-marutnya daftar pemilih tetap (DPT) diboyong Dekan Fisipol Universitas Gadjah Mada (UGM) Pratikno selaku moderator debat capres, yang berlangsung di Balai Sarbini, Jakarta, Kamis (2/7) malam. Pada sesi kedua, Pratikno melemparkan pertanyaan bagaimana membenahi masalah DPT kepada kandidat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
SBY yang malam ini mengenakan batik berwarna merah menjawab, sejauh ini Komisi Pemilihan Umum (KPU) beserta jajarannya telah berusaha untuk memperbaiki masalah DPT dalam pileg lalu. "Mudah-mudahan bisa menjawab dengan baik. Sekarang KPU dan jajarannya dibantu parpol terus memastikan DPT ini dapat berjalan dengan baik," paparnya.
Ia melanjutkan, dalam pelaksanaan pemilu yang terpenting adalah mendorong agar partisipasi pemilih dalam pemilu terus meningkat.
Jawaban SBY tersebut didebat JK. JK mengatakan, hak politik bagi warga tidak hanya DPT. Menurutnya, yang pokok adalah menjamin hak-hak rakyat dalam menyampaikan aspirasi. Untuk itu, penting memerhatikan kinerja DPR dan DPRD agar dapat membawa aspirasi rakyat.
"Kedua, kebebasan pers yang baik dan terhormat. Yang dapat menampung dan menyampaikan aspirasi masyarakat," tuturnya.
Adapun Mega mendebat SBY dengan membandingkan pelaksanaan pemilu tahun ini dengan tahun 2004 lalu, di mana Mega menjadi presiden. "Pada tahun 2004 tidak ada kejadian seperti sekarang. DPT belum selesai sampai sekarang. Tahun 2004 lebih baik," tegasnya.

