
JAKARTA, KOMPAS.com — Putri bungsu calon presiden yang juga Wakil Presiden Muhammad Jusuf Kalla, Ade Chaerani, disebut-sebut menangis terharu ketika berkampanye tentang ayahnya di Pulau Seribu baru-baru ini.
Hal itu diungkapkan oleh Ketua DPD Partai Golkar Provinsi DKI Jakarta Ade Supriatna saat menjadi juru kampanye yang mendampingi Kalla pada kampanye dialogis di Gedung Senam Raden Inten, Duren Sawit, Jakarta Timur, Kamis (2/7) siang.
"Ade, putri Pak Kalla, waktu kampanye di Pulau Seribu menyatakan, ia mendukung Jusuf Kalla sebagai Presiden RI bukan karena Pak Kalla adalah ayahnya. Akan tetapi, karena Pak Kalla dinilai mampu menjalankan tugas sebagai Presiden RI," ujar Ade Supriatna, yang berkampanye bersama Kalla.
Menurut Ade Supriatna, kemampuan Kalla itu terbukti dari tugas yang diembannya selama ini mendampingi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. "Ade menuturkan hal itu sambil menuturkan air mata," ungkap Ade.
Kalla yang duduk di panggung segera memanggil putri bungsunya yang berkaus JK-Win dan duduk di belakang ibunya, Ny Mufidah Jusuf Kalla, di baris kedua tamu-tamu acara kampanye.
Ade Chaerani segera naik ke panggung sambil berlari kecil. Kalla menyambutnya dan meminta Chaerani berbicara dengan menyorongkan mikrofonnya. Namun, sambil malu-malu Ade Chaerani menolak dan kemudian turun ke panggung. Begitulah putri Kalla yang pernah menangis kini malu-malu di hadapan ribuan pendukung Kalla.
Sementara itu, Chairani, melalui staf pribadi Kalla, Yadi, membantah pernyataan Ade. "Chairani tidak menangis," kata Yadi.