KOMPAS
Rabu, 10 Februari 2010 Selamat Datang  |     |  
Pilpres 2009 Dipenuhi Distorsi Informasi
Laporan wartawan KOMPAS.com Inggried Dwi Wedhaswary
Kamis, 2 Juli 2009 | 11:44 WIB
Inggried Dwi W
Chief Editor Meeting mendiskusikan "Distorsi Informasi Menjelang Pemilihan Presiden 2009", Kamis (2/7), di Jakarta.

JAKARTA, KOMPAS.com — Menjelang pemilu presiden, informasi yang beredar di publik dinilai penuh dengan distorsi informasi. Distorsi informasi merupakan ketidaksesuaian antara informasi yang disebar dan informasi yang seharusnya disebarkan. Pakar Komunikasi Universitas Indonesia, Ibnu Hamad, mengatakan, distorsi informasi terjadi karena adanya campur tangan pihak tertentu untuk menyembunyikan fakta tertentu pula.

"Bukan hanya tim sukses yang melakukan distorsi informasi, melainkan juga dilakukan oleh pihak yang secara normatif mestinya netral. Tapi, dalam pilpres 2009 ini, netralitas menjadi barang yang langka," kata Ibnu, pada diskusi Distorsi Informasi Menjelang Pemilihan Presiden 2009" di Jakarta, Kamis (2/7).

Ia mencontohkan beberapa hal yang mencuat dan menyebabkan terjadinya distorsi informasi. Klaim keberhasilan kerja pemerintah, misalnya. Menurut Ibnu, seharusnya kegagalan pun diakui sebagai tanggung jawab capres yang masih menjabat.

"Jangan hanya keberhasilannya yang diklaim, sedangkan kegagalannya pura-pura dilupakan. Yang terjadi, klaim hanya dilakukan terhadap keberhasilan dan diiklankan secara besar-besaran. Hal ini merupakan upaya pendistorsian informasi," ujar Ibnu.

Selain klaim keberhasilan, publikasi survei, sosialisasi pencontrengan oleh KPU, serta kampanye negatif dan kampanye hitam dikategorisasi oleh Ibnu sebagai isu yang banyak mengalami distorsi informasi. Jika dilihat dari kepentingan pemasaran politik, distorsi informasi yang dilakukan oleh ketiga pasangan adalah wajar, kecuali black campaign. "Tapi, kalau ditinjau dari etika politik, distorsi informasi yang dilakukan semua pasangan capres tidak wajar karena tidak mendidik kepada pemilih untuk menjadi pemilih yang rasional," ujarnya.

Distorsi informasi, tambah Ibnu, akan memberikan dampak negatif bagi pemilih dalam menyerap informasi yang seharusnya didapatkan secara proporsional.

Loading...
Sent from Indosat BlackBerry powered by
    Font: A A A
  Kirim Komentar Anda
  • Loading data..
 
Kirim Komentar Anda
Silakan login untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.