Senin, 28 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Senin, 28 Mei 2012 | 03:57 WIB
Soal DPT, KPU Pakai Data Mana?
Indri | Rabu, 1 Juli 2009 | 21:41 WIB
|
Share:

DPT Bermasalah
Tim sukses pasangan capres-cawapres Megawati Soekarnoputri dan Prabowo Subianto menunjukkan daftar pemilih tetap bermasalah ke Badan Pengawas Pemilihan Umum di Kantor Bawaslu, Jakarta, Jumat (26/6). Sekitar 2,2 juta data pemilih di Jawa Timur bermasalah, yaitu beberapa pemilih mempunyai nama, NIK, dan tanggal lahir yang sama.

TERKAIT:

JAKARTA, KOMPAS.com — Ketua Panwaslu DKI Jakarta Ramdansyah mengaku tidak puas atas jawaban KPUD terkait permasalahan daftar pemilih tetap. Saat ditemui seusai Rapat Muspida Plus Persiapan Pilpres di Gedung Balaikota, Jakarta, Rabu (1/7), Ramdansyah mengatakan terdapat perbedaan jumlah pemilih yang signifikan dari Pileg ke Pilpres di daerah-daerah rawan, seperti Jatinegara, Cakung, Kalibata, dan Duren Tiga.

"Perbedaannya cukup besar untuk daerah-daerah tersebut. Belum lagi angkanya yang sampai 86 persen kenaikan di Rawajati, sementara di Kalijati malah turun 47 persen. Ini KPU pakai data yang mana?" tanyanya.

Menanggapi pernyataan Panwaslu, data terakhir yang diberikan KPUD tanggal 29 Mei 2009, memang terjadi selisih jumlah pemilih yang mencapai 641.286 orang. KPUD berdalih hal ini dikarenakan penentuan DPT untuk pilpres didasarkan pada alamat tempat tinggal pemilih bukan alamat yang tercantum di KTP seperti pada pileg.