JAKARTA, KOMPAS.com — Juru bicara tim kampanye nasional JK-Wiranto Yuddy Chrisnandi meminta Komisi Pemilihan Umum menunda pemilu, jika masih ada selebaran sosialisasi pencontrengan yang mengindikasikan dukungan pada kandidat capres nomor dua.
"Saya mendesak adanya proses investigasi siapa yang bertanggung jawab atas indikasi kecurangan, dan proses yang tidak demokratis ini. Alat peraga KPU yang ada contreng nomor dua itu apakah kesengajaan atau karena tekanan pihak tertentu yang menginginkan sosialisasi itu, inilah yang harus diselidiki lebih lanjut," ujar Yuddy di Jakarta, Rabu (1/7).
Menurut Yuddy, peserta pemilu dan masyarakat mengharapkan adanya partisipasi publik yang tidak di bawah tekanan. Itu sebabnya, mereka mendesak KPU, pemerintah, dan semua pihak untuk menunda pemilu yang masih banyak kecurangan penyelenggara pemilu.
"Kan sosialisasi contreng bisa dilakukan KPU dengan mengatakan nomor berapa pun pilihannya sekali contreng di satu kotak," ujarnya.

