Senin, 28 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Senin, 28 Mei 2012 | 03:57 WIB
Berdandan sejak Subuh demi Sambut Boediono
Hindra | Rabu, 1 Juli 2009 | 11:06 WIB
|
Share:

MAKASSAR, KOMPAS.com — Dua belas penari yang tergabung dalam Sanggar Sejati Makassar tersebut menanti kedatangan calon wakil presiden Boediono dengan sabar di depan meja informasi Bandar Udara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar, Rabu (1/7) sejak pukul 09.00 Wita.

Namun, hingga jarum jam beranjak ke angka 12, yang dinanti-nanti tak kunjung datang. Para penari tersebut berencana membawakan Tarian Balenten, sebuah tarian penyambutan tamu agung khas Toraja. Riasan beberapa penari perempuan pun terlihat sedikit luntur karena telah bercampur peluh.

"Kami makeup-an dari subuh," ujar Ayub (24), salah seorang penari, ketika ditemui Kompas.com.

Tepat pukul 12.00, akhirnya tamu agung yang dinanti-nanti tiba di pintu kedatangan. Penantian mereka selama hampir tiga jam terbayar sudah. Dengan gemulai, para penari yang mengenakan pakaian Kandore, menari dan meliuk-liuk menyambut kehadiran Boediono.

Alunan alat musik gendang, rebana, dan suling pun bertalu-talu mengiringi tarian Balenten. Boediono, didampingi Ny Herawati Boediono, Ketua DPP Partai Demokrat Andi Mallarangeng, Jubir Timkamnas Rizal Mallarangeng, anggota Timkamnas Raden Pardede, Chatib Basri, Direktur Fox Indonesia Choel Mallarangeng, tersenyum menyaksikan atraksi tarian daerah tersebut.

Kehadiran Boediono di Makassar, salah satu basis suara capres M Jusuf Kalla, tak pelak menyita perhatian seratusan orang yang kebetulan berada di bandara tersebut.