Senin, 28 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Senin, 28 Mei 2012 | 03:57 WIB
Moderator Debat Harus Lebih "Tajam"
Caroline Damanik | Rabu, 1 Juli 2009 | 10:34 WIB
|
Share:

JAKARTA, KOMPAS.com — Debat calon presiden dan calon wakil presiden dinilai masih sarat kekurangan. Direktur Eksekutif Central for Electoral Reform (Cetro) Hadar Nafis Gumay mengatakan, jangan sampai debat malah minim informasi dan publik tidak memperoleh gambaran jelas mengenai program-program yang menunjukkan perbedaan pandangan calon. "Harus tergambar program-program yang menunjukkan perbedaan calon," ujar Hadar di Kantor Komisi Pemilihan Umum, Rabu (1/7).

Hadar menilai, debat yang sudah berlangsung selama ini cenderung membicarakan hal yang terlalu umum dan tidak spesifik. Calon menyatakan keinginannya mengubah sistem, tetapi tidak konkret soal perubahan yang akan dilakukan. Untuk itu, moderator harus lebih "tajam", ungkap Hadar.

"Saya kira moderator harus mampu mendorong agar isu yang diangkat lebih detail, lebih pasti. Jangan melebar. Tidak perlu banyak pertanyaan, yang terpenting adalah didorong ke pendalaman," kata Hadar.

Moderator juga seharusnya memahami jika kandidat enggan berdebat dan menunjukkan perbedaannya karena kentalnya ketimuran atau ada alasan lain. Untuk itu, moderator harusnya lebih bertanggung jawab untuk mendorong ke arah pendalaman dan perdebatan.

Selain itu, Hadar juga mendorong agar alokasi iklan dikurangi agar waktu dapat digunakan optimal. "Kalaupun ada iklan, ya bisa di bagian depan saja atau bagian belakang saja," tandas Hadar.